Main Menu

Koalisi Arab Diduga Siksa Tawanan di Penjara Rahasia, Puluhan Tewas

Rosyid
13-08-2018 13:22

Ilustrasi - Pejara rahasia. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Sebuah laporan menuduh terjadi penyiksaan tahanan yang yang berada di jaringan penjara bawah tanah yang dikelola Uni Emirat Arab di Yaman Selatan. Laporan dari petinggi militer Yaman yang berkoalisi dengan Saudi Arabia dan UAE dalam memerangi Houthi itu diperoleh Al Jazeera, Senin (13/8).

Dalam laporan itu digambarkan pelecehan seksual yang dilakukan personil militer Emirat dan Yaman. Para tahanan disetrum dibagian genital, dada, dan ketiak. Ada juga yang digantung dan dipukuli. Kabel listrik, pipa baja dan tongkat pemukul kayu jadi peralatan yang selalu ada dalam penyiksaan.

Bentuk penyiksaan lain, tahanan dikurangi jam tidurnya, disekap dalam sel sempit, kotor dan pengap. sesi penyiksaan lain, dicambuk hingga kulitnya terluka. Luka yang berdarah itu kemudian ditutupi garam sehingga sangat perih. Yang lain, kuku buatan pabrik dipaksa diselipkan dibawah kuku jari tangan atau kaki.

Dalam laporan itu terungkap lebih dari 49 orang tewas akibat penyiksaan yang dikubur di lima tempat.

Laporan ini mengkonfirmasi laporan The Associated Press (AP) yang diterbitkan Juni yang melaporkan penyiksaan di sedikitnya 18 penjara yang dikendalikan koalisi Arab Saudi - UAE.

Menurut laporan AP itu, ratusan pria disekap dan ditahan dengan tuduhan sebagai anggota Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL/ISIS) juga al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP).

Laporan yang diterima Al Jazeera menyebutkan penjara rahasia itu sebanyak 27 lokasi di Yaman Selatan, termasuk fasilitas militer UAE di Eritrea, Afrika Utara.


Editor: Rosyid

Rosyid
13-08-2018 13:22