Main Menu

Malaysia Segera Sita Jet Pribadi Senilai US$35 Juta Terkait Skandal 1MDB

Flora Librayanti BR K
14-08-2018 08:35

Pesawat jet Bombardier Global 5000. (Shutterstock/FT02)

Kuala Lumpur, Gatra.com - Perdana Mentri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan sedang mengupayakan penarikan kembali jet pribadi senilai US$35 juta yang dimiliki oleh Low Taek Jho sebagai bagian dari penyelidikan skandal dana negara 1MDB.

“Ya, tentu. Kita harus mengambilnya,” ucap Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, ketika menjawab pertanyaan dari wartawan terkait jet yang akan dibawa kembali ke Malaysia, Minggu (12/8/18).

Seperti dilansir dari Reuters, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyebut kalau Low membeli jet Bombardier Global 5000 sebesar US$35,4 juta pada 2010 dan menggunakan dana yang diduga diambil dari 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Selain itu ada pula kasus kepemilikan Jho Low atas Superyacht Equanimity senilai US$250 juta. Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyebut bahwa kapal tersebut telah diserahkan Indonesia kepada Malaysia, yang sebelumnya telah menyita aset pada awal tahun ini.

Berdasarkan laporan beberapa media jet pribadi tersebut sudah mendarat di Singapura beberapa tahun lalu. Meski demikian, Singapura masih belum mengkorfirmasi kepemilikian jet itu.

Hingga saat ini, pihak yang berwenang di Malaysia dan AS masih menyelidiki terkait hilangnya miliaran dollar dari 1MDB. Pasalnya lebih dari US$4,5 miliar dana disalahgunakan dan sebagian uang tersebut digunakan untuk membeli jet pribadi, lukisan Superyacht, Picasso, perhiasan, dan perumahan mewah (real estate).

Malaysia telah mengeluarkan surat perintah untuk penangkapan Jho Low yang masih belum diketahui keberadaannya. Seorang juru bicara tim hukum Low mengatakan bahwa penyerahan kapal pesiar Equanimity ke Malaysia adalah ilegal dan melanggar perintah pengadilan Indonesia dan AS. Dalam gugatan perdata yang diajukan di AS, Departemen Kehakiman Amerika Serikat berusaha untuk menyita aset yang diduga dibeli dengan uang 1MDB.


Reporter : YSS
Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
14-08-2018 08:35