Main Menu

PBB Khawatirkan Diskriminasi China atas Kelompok Muslim Uighur

Flora Librayanti BR K
14-08-2018 10:56

Muslim Uighur (REUTERS/Petar Kujundzic/yus4)

Jenewa, Gatra.com - Beberapa surat kabar resmi dari Partai Komunis China melabeli kelompok Muslim Uighur di wilayah Xinjiang sebagai “Suriah China” atau “Libia China”. Tindakan ini dinilai Komite Perserikatan Bangsa-banga (PBB) sebagai kampanye hitam terhadap kelompok minoritas tersebut.

“Kami khawatir pada perlakuan China terhadap warga Uighur. Lebih dari satu juta Muslim Uighur diperkirakan berada di tahanan di pusat kontra-ekstremisme di wilayah barat jauh China,” kata Wakil Ketua dari Komite Anti-Diskriminasi PBB, Gay McDougall seperti dilansir dari Al Jazeera.

Xinjiang disebut-sebut sebagai daerah yang “telah diselimuti kondisi keamanan yang mencekik selama bertahun-tahun, terutama sejak kerusuhan anti-pemerintah yang mematikan terjadi di ibukota daerah Urumqi pada tahun 2009.” Selama beberapa bulan terakhir, sebut sejumlah media itu, kelompok-kelompok pemantau dan saksi mata mengatakan orang-orang Uighur telah dipanggil dari luar negeri dan dari seluruh China.

Jumlah komunitas Uighur yang sekitar 10 juta orang hanyalah proporsi kecil dari hampir 1,4 miliar orang China. Sejauh ini tidak pernah terjadi pemberontakan yang dapat menantang pemerintah pusat.

Komite PBB mulai meninjau laporan China di Jenewa. McDougall juga mengatakan ada perkiraan dua juta lainnya telah dipaksa masuk ke tempat pendidikan ulang untuk indoktrinasi politik dan budaya.


Reporter : YSS
Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
14-08-2018 10:56