Main Menu

Wina Jadi Kota Layak Huni di Dunia, Jakarta Masih Jauh Panggang dari Api

Fitri Kumalasari
14-08-2018 15:05

Kota Wina di Austria. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, gatra.com - Wina, Austria menggeser posisi Melbourne sebagai peringkat pertama kota layak huni di dunia berdasarkan rilis terbaru The Economist Intelligence Unit (EIU). Pemeringkatan kota layak huni dunia mengikutsertakan 140 kota yang masuk dalam daftar. Meski Melbourne tak lagi menduduki posisi pertama, selisih marginnya dengan Wina sangat kecil, hanya 0,7 persen. Selain Melbourne, kota lain yang masuk sepuluh besar layak huni adalah Sydney diposisi 5 dan Adelaide diposisi 10.

Roxana Slavcheva, editor survey EIU dalam rilisnya yang diterima Gatra (14/8) menyebut, “Meski posisi Melbourne bergeser, tapi masuknya dua kota lain di Australia dan Jepang dalam peringkat 10 besar survey menunjukkan kota-kota di Asia Pasifik makin berkembang.”

Dua kota di Jepang yakni Osaka dan Tokyo posisinya terus merangkak naik masuk 10 besar dibnading tahun sebelumnya. Osaka masuk peringkat 3, sementara Tokyo ada diposisi 7. Kota layak huni di dunia dalam survey EIU. Kedua kota di negeri Sakura ini naik peringkat karena tingkat kejahatannya yang rendah dan main baiknya moda transportasi publik di sana. Peringkat kedua kota ini sebagai kota layak huni mencapai 95 persen.

10 Besar Kota Layak Huni di Dunia:


Wina (Austria)
Melbourne (Australia)
Osaka (Jepang)
Cargary (Canada)
Sydney (Australia)
Vancouver (Canada)
Toronto (Canada)
Tokyo (Jepang)
Kopenhagen (Denmark)
Adelaide (Australia)


Jakarta Masih di Peringkat Bawah Kota Layak Huni.

Dalam survey EIU 2018, Jakarta ibu negara Indonesia masih berada diposisi kota jauh dari layak huni. Jakarta menempati peringkat 119 kota layak huni dari 140 negara yang masuk dalam survey. Posisi ini bahkan dikalahkan beberapa kota di Asia Tenggara yang berada di atas posisi Indonesia seperti Ho Chi Minh (116), Hanoi (107), Manila (103), Bandar Seri Begawan (101), Bangkok (98), Kuala Lumpur (78), dan Singapura (37).



Reporter: Fitri Kumalasari

Editor : Bernadetta Febriana

Fitri Kumalasari
14-08-2018 15:05