Main Menu

Jaksa Agung Ungkap Pelecehan Seksual Imam Katolik Roma di Pennsylvania Selama Dekade

Birny Birdieni
15-08-2018 11:27

Jaksa Agung Pennsylvania Josh Shapiro (joshshapiro.org/yus4)

Artikel Terkait

Harrisburg, Gatra.com- Jaksa Agung Pennsylvania menyampaikan laporan penyelidikan mengenai pelecehan seksual yang dilakukan oleh para imam Katolik Roma di Pennsylvania selama 70 tahun terhadap ribuan anak-anak.

 

Dilansir dari Reuters, Rabu (15/8) disebutkan bahwa penyelidikan tersebut termuat dalam laporan 884 halaman. Dimana upaya membungkam para korban dilakukan dengan dibungkus sebagai aksi sebuah suci keimanan seseorang serta kampanye sistematis tertutup dari para uskup mereka.

Jaksa Agung Josh Shapiro memberikan contoh bagaimana anak dipersiapkan dan disiksa secara seksual oleh pendeta. Dimana data itu sebagian besar didasarkan pada dokumen dari arsip rahasia yang disimpan keuskupan termasuk pengakuan para imam dalam tulisan tangan.

Saphiro menyebut ini merupakan laporan pelecehan seksual klerius Katolik paling komprehensif dalam sejarah Amerika Serikat. "Itu adalah pelecehan seksual anak, termasuk pemerkosaan yang dilakukan lelaki dewasa (pendeta) terhadap anak-anak," katanya Selasa (14/8) waktu setempat.

Dalam gambaran Saphiro ia mencontohkan bagaimana pelecehan yang dilakukan para imam di enam keuskupan negara bagian itu memerintahkan seorang anak telanjang dan berpose seperti Kristus di altar. "Para imam memperkosa anak-anak lelaki dan perempuan kecil," kata Saphiro.

Dalam laporan disebutkan bahwa aksi beberapa dekade itu melibatkan 301 imam dimana diantaranya sudah meninggal. Hanya dua dari para imam yang masih menjadi sasaran penuntutan.

Disebutkan Saphiro bahwa beberapa pendeta yang dituduh dalam laporan telah mengubah nama mereka. Namun ia menegaskan kalau pihaknya akan berdebat dalam sidang pengadilan pada 26 September mendatang.

Perwakilan dari enam keuskupan Pennsylvania yang masuk dalam laporan tersebut tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya. Namun beberapa keuskupan meminta maaf kepada para korban dan mengatakan akan mengambil langkah untuk memastikan setiap perilaku kriminal dihentikan.

"Grand Jury sudah menantang kami sebagai Keuskupan Katolik untuk terus meningkatkan cara bagaimana melindungi anak-anak dan remaja," ungkap Uskup Lawrence Persico dari Keuskupan Erie dalam pernyataannya.

Skandal ini menjadi terbesar setelah pelecehan yang melibatkan ulama juga terjadi di Boston tahun 1990-an lalu. Bahkan mantan Uskup Agung, Theodore MaCarrick mengundurkan diri bulan lalu setelah muncul tuduhan bahwa dia telah menyalahgunakan anak berusia 16 tahun beberapa dekade lalu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Paus Francis pun telah menerima sejumlah penguburan diri dari para uskup Chili untuk skandal pelecehan seksual yang melanda negara itu.


 

Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
15-08-2018 11:27