Main Menu

Mantan PM India Mangkat, Pakistan Berduka

Rosyid
17-08-2018 14:54

 Mantan Perdana Menteri Atal Bihari Vajpaye (reuters/yus4)

New Delhi, Gatra.com - Mantan Perdana Menteri Atal Bihari Vajpaye mangkat dalam usia 93 tahun setelah menderita sakit panjang. Politisi India yang membuka jalan kemenangan partai BJP dinyatakan meninggal pukul 5 sore Kamis (16/7) waktu setempat.

PM pertama India yang tidak pernah menjadi anggota Kongres ini dikenal sebagai orator ulung. Selain membuka jalan bagi Partai BJP ke puncak kekuasaan ditengah-tengah dominasi Partai Kongres, dia juga berhasil membangun hubungan yang baik dengan Pakistan. Negara bertetangga ini punya hubungan yang rumit. Sejak lepas dari Inggris, 1947, kedua negara ini pernah terlibat konflik Kashmir, Perang 1965, Perang 1971 dan beberapa konflik lainnya.

Pada Februari 1999, untuk pertamakalinya kedua negara itu terhubung dengan tranportasi bus. Pada perjalanan pertama dari India ke Lahore, Pakistan, PM Atal Vajpaye menjadi salah satu penumpang. Di Lahore, dia menulis buku tamu. Isinya, India ingin Pakistan Berdaulat dan Makmur. Inilah untuk pertamakalinya pemimpin India mengakui kedaulatan Pakistan.

PM terpilih Pakistan, Imran Khan memuji mendiang Atal Bihari Vajpaye sebagai politisi yang berjuang keras memperbaiki hubungan dengan Pakistan, seperti dilaporkan India Today, Jumat (17/8). Secara resmi, pemerintah Pakistan juga mengucapkan duka dan  bela sungkawa. 

Pemimpin karismatik India ini dirawat di All India Institute of Medical Sciences, New Delhi dengan keluhan infeksi di saluran ginjal. Dirawat sejak 11 Juni dan kondisi memburuk dalam 36 jam terakhir. RS mengumumkkan kematian itu setelah seluruh upaya dilakukan untuk menyelamatkan PM India periode 1998 - 2004 tidak berhasil.

Jasadnya disemayamkan di kantor pusat BJP sebelum dikremasi. Pemerintah mengumumkan masa berkabung selama tujuh hari dan bendera nasional dikibarkan setengah tiang. PM India tiga kali ini akan dikremasi hari ini. Sejumlah pemimpin partai BJP termasuk PM Modi ikut mengantarkan mendiang, bersama perwakilan negara-negara tetangga.


Editor: Rosyid

Rosyid
17-08-2018 14:54