Main Menu

Jelang Idul Adha, Presiden Afganistan Gencatan Senjata dengan Taliban

Mukhlison Sri Widodo
20-08-2018 14:26

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. (REUTERS/Mohammad Ismail/RT)

Kabul, Gatra.com - Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, telah mengumumkan gencatan senjata dengan Taliban pada Senin (20/08) untuk menandai liburan Idul Adha.  Meskipun pertempuran sengit dalam beberapa hari terakhir di pusat kota Ghazni.

 

Sumber-sumber dari Taliban mengatakan para pemimpin mereka telah menyetujui gencatan senjata selama empat hari, meskipun pemimpin tertinggi mereka, Sheikh Haibatullah Akhundzada, masih harus memberikan persetujuan terakhirnya.

Gerakan militan juga mengatakan akan membebaskan ratusan tahanan, tanpa rincian lebih lanjut. Taliban memuji pembicaraan Amerika Serikat yang membantu sebagai dorongan untuk proses perdamaian Afghanistan.

Dikutip dari laman The Guardian, Ghani mengatakan dalam sebuah upacara hari kemerdekaan Afganistan di Kabul, ia menyerukan kepada pemimpin Taliban untuk menyambut keinginan warga Afghanistan agar perdamaian menjadi nyata dan abadi. 

Menteri Luar Negeri Amerika Serikta Mike Pompeo menyambut gencatan senjata hari libur Idul Fitri, dan mengatakan Amerika Serikat bersedia mendukung dan memfasilitasi perundingan perdamaian langsung antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

"Amerika Serikat menyambut baik pengumuman oleh pemerintah Afghanistan mengenai gencatan senjata yang dikondisikan pada partisipasi Taliban," kata Pompeo, Minggu (19/08). 

“Rencana ini menanggapi panggilan yang jelas dan berkelanjutan dari rakyat Afghanistan untuk perdamaian. Tidak ada hambatan untuk berbicara. Sudah waktunya untuk perdamaian. 

"Sejak penarikan sebagian besar pasukan tempur asing dari Afghanistan pada tahun 2014, Taliban telah membuat keuntungan yang lambat tetapi stabil dan sekarang mengendalikan atau memperebutkan lebih dari 40% dari negara tersebut.

Taliban melakukan pertempuran sengit dengan pasukan Afghanistan untuk menguasai kota penting Ghazni yang penting secara strategis bulan ini. 

Sedikitnya 150 tentara dan 95 warga sipil tewas dalam pengepungan lima hari, yang mereda pekan lalu ketika tentara Afghanistan yang didukung oleh pasukan Amerika mendorong kembali pemberontak bersenjata berat.


Reporter : CH
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
20-08-2018 14:26