Main Menu

Dampak Perang Dagang Cina AS, Jepang Koreksi Angka Ekspor Untuk Pertama Kali Dalam Tiga Tahun

Birny Birdieni
29-08-2018 16:35

Ilustrasi. (shutterstock_1128604034/RT)

Artikel Terkait

Tokyo, Gatra.com- Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir Jepang menurunkan penilaian angka ekspornya merespon dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina yang akan mengganggu rantai pasokan global dan permintaan ekspor.

 

Tidak hanya itu, Pemerintah Jepang juga menawarkan penilaian yang lebih pesimistis akan harga konsumen seiring tekanan inflasi yang gagal membangun. Bahkan pemerintah menekan perusahaan untuk mengurangi biaya telepon pintar agar menekan laju inflasi.

Pemerintah Jepang berharap hal ini dapat merangsang pengeluaran di area lain dan meningkatkan konsumsi secara keseluruhan. Tetapi jika pengguna ponsel cerdas tidak segera mulai membelanjakan di tempat lain, ukuran ini dapat menjadi bumerang.

Pada periode Agustus, Pemerintah Jepang merilis bahwa secara keseluruhan ekonomi Jepang pulih pada kecepatan moderat. Dilansir dari Reuters, Rabu (29/8) disebutkan bahwa pemulihan ekspor terhenti dimana penurunan terjadi pada bulan lalu disaat pemerintah mengatakan bahwa kinerjanya sedang berangsur pulih.

Pejabat Pemerintah Jepang menyebut bahwa gesekan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina bisa berdampak pada risiko kalau ekspor Jepang akan menderita. Sejauh ini, kedua pihak negara itu sudah mengaktifkan putaran perang tarif senilai US$16 milyar pada masing masing-masing barang mereka.

"Permintaan untuk mobil baru di Amerika Serikat telah melemah," kata ekonom senior di Mizuho Securities, Norio Miyagawa. Kondisi ini menjadi alasan pelambatan yang baru-baru ini dialami dalam ekspor mobil Jepang. "Ekspor mobil Jepang bisa terkena dampak serius di masa depan jika tarif naik," ungkap Norio.


 

Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
29-08-2018 16:35