Main Menu

Ratusan Warga Palestina Cedera Dalam Bentrokan Dengan Tentara Israel

Hidayat Adhiningrat P.
01-09-2018 10:53

Bentrokan antara warga Palestina dengan tentara Israel di perbatasan antara bagian timur Jalur Gaza dan Israel. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/RT)

Gaza, Gatra.com - Sebanyak 180 orang warga Palestina mengalami cedera pada Jumat (31/8). Hal tersebut terjadi selama bentrokan antara warga Palestina dengan tentara Israel di perbatasan antara bagian timur Jalur Gaza dan Israel.

 

Kementerian Kesehatan Jalur Gaza, melalui juru bicaranya Ashraf Al-Qedra, memaparkan bahwa di antara 59 orang yang dibawa ke rumah sakit, ada seorang perempuan paramedis yang berusia 20 tahun dan seorang anak lelaki yang berumur 10 tahun yang berada dalam kondisi kritis.

Dilansir dari laporan Xinhua, ratusan pemuda Palestina berkumpul di bagian timur Jalur Gaza di dekat perbatasan dengan Israel, Sabtu pagi (1/9). Beberapa saksi menuturkan, para pemuda itu menyerukan diakhirinya blokade yang diberlakukan terhadap daerah kantung itu sejak 2007.

Mereka juga melepaskan puluhan balon terbakar dari bagian timur Jalur Gaza ke dalam wilayah Israel. Mereka lalu memotong dan menarik kawat berduri pagar keamanan perbatasan.

Sebagai reaksi, tentara Israel menembakkan tabung gas air mata dan peluru aktif ke arah demonstran.

Beberapa sumber medis dan paramedis mengatakan puluhan orang mengalami sesak nafas setelah menghirup gas air mata, dan lima orang ditembak serta cedera oleh peluru tentara Israel.

Pada pagi hari yang sama, Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) melalui pengeras suara menyeru warga agar bergabung pada Jumat ke-23 kegiatan anti-Israel "Pawai Akbar Kepulangan".

Pemimpin senior HAMAS Khalil Al-Hayya mengatakan protes mingguan tersebut hanya akan berhenti ketika Israel mencabut pengepungannya atas Jalur Gaza. Pawai anti-Israel, yang dimulai pada 30 Maret, sejauh ini telah menewaskan 171 orang Palestina dan melukai lebih dari 18.000 orang.

Israel menarik tentara dan permukiman Yahudi dari Jalur Gaza pada 2005 tapi telah membangun permukiman di Tepi Barat Sungai Jordan. Hal ini membuat marah orang Palestina yang memandangnya sebagai penghalang bagi harapan mereka untuk mendirikan negara merdeka.

Babak terakhir pembicaraan perdamaian Palestina-Israel macet pada 2014 lalu.

Satu pengadilan Israel pada Selasa memutuskan untuk memberi pengakuan hukum bagi pembangunan permukiman tanpa izin Pemerintah Israel di tanah milik pria orang Palestina.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
01-09-2018 10:53