Main Menu

Ketidakadilan di Permukiman Kulit Hitam Bangkitkan Aksi Protes

Hidayat Adhiningrat P.
04-09-2018 11:05

Pendeta Gregory S. Livingston (Dok. Twitter/@gslivingston/FT02)

Chicago, Gatra.com - Polisi menangkap 12 orang demonstran yang berusaha menghalangi lalu-lintas di jalan raya menuju Bandar Udara Internasional O'Hare Chicago, Senin (3/9). Menurut Kepolisian Negara Bagian Illionis, ada delapan lelaki dan empat perempuan yang ditangkap, termasuk pegiat lokal dan pemimpin protes Pendeta Gregory S. Livingston.

 

Pemrotes mempertanyakan kenapa lebih banyak orang Amerika-Afrika dalam lapangan kerja pembangunan di Chicago, mengenai penataan kembali sekolah tertutup, penanaman modal di permukiman Amerika Afrika, sumber daya buat gagasan anti-kekerasan yang dipimpin warga kulit hitam, dan pengunduran diri Wali Kota Rahm Emanuel.

"Seperti semua pemrotes, saya prihatin mengenai peningkatan kerusuhan di kota kami dan di negara bagian kami ... Saya kira ada banyak ketidakadilan di permukiman kulit hitam dibandingkan dengan di permukiman kulit putih." kata Audrey Davis, seorang mantan guru sekolah di Chicago yang ikut dalam aksi tersebut kepada Xinhua, Selasa (4/9).

Lebih dari 100 polisi dari beberapa lembaga lokal dan negara bagian dikerahkan untuk mencegah pemrotes berjalan di jalan raya. Polisi menggunakan pengeras suara untuk menginstruksikan pemrotes agar meninggalkan jalan raya tersebut.

Protes itu dilancarkan cuma beberapa hari sebelum dimulainya pengadilan bagi mantan perwira polisi Chicago Jason Van Dyke, yang dituntut oleh jaksa dengan pembunuhan tingkat-pertama atas Laquan McDonald (17).

Pada 29 Desember 2015, Van Dyke menyatakan ia tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut. Pengadilan itu dijadwalkan dimulai pada Rabu.

Kekerasan yang melibatkan senjata di masyarakat paling miskin di Chicago telah menarik perhatian nasional selama bertahun-tahun. Dilansir dari The Chicago Tribune, sejak September 2011, sedikitnya 174 orang yang berusia di bawah 17 tahun telah tewas, dan sebanyak 1.665 orang lagi ditembak.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
04-09-2018 11:05