Main Menu

Cegah Kepunahan, Zimbabwe Sumbangkan 10 Badak Putih ke Kongo

Birny Birdieni
04-09-2018 11:30

Badak Putih (White Rhinos) (Dok. Wikipedia/Ikiwaner/FT02)

Harare, Gatra.com- Untuk mencegah kepunahan badak putih, Badan Perlindungan Margasatwa Zimbabwe akan menyumbangkan 10 badak putih kepada Republik Demokratik Kongo.

 

Pada tahun 2016, Zimbabwe memiliki sekitar 800 badak hitam dan badak putih. Negara di Afrika Selatan ini merupakan salah satu dari hanya empat negara yang memiliki hampir seluruh badak putih yang ada di dunia.

Adapun jumlah badak putih hampir punah akibat akibat perbuatan para pemburu liar satu dasawarsa lalu.

"Badak-badak tersebut akan ditangkap dan dipindahkan dari Victoria Falls akhir pekan atau awal pekan depan," kata juru bicara Otoritas Pengelola Taman dan Margasatwa Zimbabwe, Tinashe Farawo dikutip dari Reuters, Senin (4/9).

Badak-badak putih Kongo hidup di Taman Nasional Garamba dekat perbatasan Sudan Selatan. Namun tidak jelas apakah hewan-hewan tersebut akan dipindahkan.

Di Kongo, upaya perlindungan akan satwa liar menjadi hal yang sulit dijalankan. Sebab tak ada kepastian hukum serta masih terjadinya kekerasan yang dilancarkan kalangan milisi.

Kondisi itu telah berlangsung selama 15 tahun setelah berakhirnya perang yang telah menewaskan jutaan orang, terutama karena kelaparan dan penyakit.

"Pemerintah Zimbabwe merasa puas karena kondisi pra dan pascarelokasi telah memenuhi standar untuk pengokohan kembali badak," ungkap pihak ZimParks dalam pernyataannya.

Zimparks dan kalangan pelindung satwa liar mengatakan pemindahan badak-badak itu dari Zimbabwe akan memperkuat pengumpulan gen.

Perburuan liar terjadi sebab cula badak menjadi barang berharga di Cina dan Asia tenggara. Tidak hanya itu, mereka juga mengincar gorila gunung, yang merupakan salah satu jenis hewan paling langka di dunia.

Orang utan gunung itu hanya dapat ditemukan di suatu bagian pegunungan berapi yang membentang di sepanjang Kongo, Uganda dan Rwanda.

Jumlah gorila gunung berhasil dipulihkan dalam beberapa tahun belakangan berkat upaya perlindungan yang terus menerus.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
04-09-2018 11:30