Main Menu

Kepada Rosatom Teknologi Nuklir Zambia Berkiblat

didi
04-09-2018 13:03

Ilustrasi - Rosatom (Reuters/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Pendidikan Tinggi Zambia bekerja sama dengan Perusahaan Energi Atom Negara Bagian Rusia, Rosatom, membuka stan informasi khusus mengenai Pusat Sains dan Teknologi Nuklir (CNST) masa depan di Zambia.

 

Perwakilan dari Rosatom dan Sekretariat Interim Zambia tentang Sains dan Teknologi Nuklir (ISNST) yang dibentuk oleh pejabat senior dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah menjelaskan spesifikasi dan manfaat fasilitas nuklir masa depan kepada ribuan pengunjung yang hadir di pameran tersebut.

Dibuka oleh Presiden Zambia Edgar Lungu, dia menekankan pentingnya 'pemberdayaan ekonomi berkelanjutan'. Tema tersebut secara langsung sejalan dengan aspirasi pemerintah yang dianut dari Kebijakan Pertanian Nasional Kedua (SNAP) negara tersebut yaitu memiliki sektor pertanian yang efisien, kompetitif, dan berkelanjutan yang menjamin keamanan pangan dan gizi, meningkatkan peluang kerja dan pendapatan.

Adapun stan tersebut menyediakan informasi mengenai teknologi nuklir kepada publik yang dibuat untuk membantu Zambia berkembang dan diberdayakan secara ekonomi, seperti teknologi radiasi makanan, pengobatan nuklir (yang sudah diimplementasikan di Rumah Sakit Kanker), materi sains, produksi radioisotop dan teknik identifikasi mineral. Materi-materi tersebut disiapkan oleh Rosatom, ISNST, dan Agensi Energi Atom Internasional (IAEA).

CEO dari Rosatom Pusat dan Afrika Selatan Dmitri Shornikow menjelaskan mengenai keuntungan dari pusat riset nuklir tersebut di masa depan dan menyampaikan pentingnya mengedukasi publik mengenai manfaat pusat riset tersebut.

"Sangatlah penting bagi penduduk Zambia untuk memahami bahwa pusat nuklir tersebut akan memberdayakan pertanian, pengobatan dan industri di masa yang akan datang,” ujar dia dalam keterangan yang diterima Gatra.com, Selasa (4/9).

CNST, lanjut dia, juga akan terus mendorong pertumbuhan pendidikan dan sains nasional melalui pelatihan para ahli yang berkualifikasi tinggi di berbagai bidang. Hal ini menandakan batu loncatan baru untuk pertumbuhan ilmiah, ekonomi dan teknologi Zambia.

“Fasilitas serupa telah berkontribusi di lebih dari 50 negara di seluruh dunia selama lebih dari 60 tahun. Saat ini, telah ada 245 reaktor riset kerja yang beroperasi di dunia dengan 58 unit yang beroperasi di Rusia," ujar dia.

Senada, Indonesia pun telah memiliki beberapa fasilitas yang berhubungan dengan nuklir dan telah beroperasi. Badan Tenaga Nuklir Nasional atau Batan, saat ini mengoperasikan tiga reaktor riset d Jakarta (30 MW), Bandung, dan di Yogyakarta (100 kW).

Batan juga merupakan salah satu institusi di dunia yang ditunjuk oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk menjadi pusat kolaboratif untuk dua lingkup kegiatan, yaitu pengujian non-destruktif dan pemuliaan tanaman.

Meskipun belum ada pusat resmi untuk ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir, Kawasan Industri Buluminung di Kalimantan Timur tengah dipersiapkan untuk fasilitas semacam itu, yang tentunya kedepannya akan dapat meningkatkan fasilitas penelitian nuklir di Indonesia.

Rosatom adalah sebuah perusahaan negara Rusia, salah satu pemimpin teknologi global. Ini adalah salah satu perusahaan terbesar Federasi Rusia dan salah satu pembayar pajak terbesar di negara tersebut. Rosatom menyatukan aset di bidang energi nuklir, perencanaan PLTN serta konstruksi dan rekayasa tenaga nuklir.

State Corporation Rosatom adalah perusahaan pembangkit listrik terbesar di Rusia, yang pada 2017 menghasilkan 202.868 miliar kWh listrik (18,9% dari total listrik yang dihasilkan di Rusia).

Rosatom memegang posisi pertama di dunia dalam hal volume portofolio proyek luar negeri (35 unit listrik di 11 negara), posisi ke dua di dunia dalam cadangan uranium dan posisi ke empat di bidang pertambangan uranium. State Corporation Rosatom mencakup 17 persen dari pasar bahan bakar nuklir secara global.

Kegiatan Rosatom juga mencakup pembuatan peralatan dan produk isotop untuk digunakan dalam kedokteran nuklir, penelitian dan pengembangan, ilmu material, superkomputer dan perangkat lunak, pembuatan berbagai produk inovatif nuklir dan non-nuklir.

Strategi Rosatom meramalkan pengembangan proyek untuk pembangkit energi bersih, termasuk rekayasa tenaga angin. Rosatom menyatukan lebih dari 300 perusahaan, termasuk armada pemecah es yang unik di dunia.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Mukhlison

didi
04-09-2018 13:03