Main Menu

Topan Jebi Datang, Pemerintah Jepang Sarankan Evakuasi

Birny Birdieni
04-09-2018 17:54

Ombak tinggi yang diakibarkan topan Jebi di pelabuhan Aki, Jepang, 4 September 2018. (Reuters/Kyodo/re1)

Tokyo, Gatra.com- Pihak Pemerintah Jepang mengintruksikan saran evakuasi kepada 1 juta lebih warganya. Serta untuk membatalkan ratusan penerbangan berkaitan dengan angin kencang dan hujan lebat saat topan Jebi menghadang sepanjang pantai tengah barat, Selasa (4/9).

 

Jebi yang dalam bahasa korea memiliki arti menelan tersebut merupakan topan super dengan cuaca paling keras menghantam Jepang pada musim panas ini.

Sebelumnya Negeri Sakura tersebut juga dihadang oleh hujan, tanah longsor hingga banjir. Bahkan panas ekstrim telah menewaskan ratusan orang.

Ibukota Tokyo memang jauh dari pusat badai. Tetapi berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada akhir Selasa ini.

Televisi publik NHK menyebut lebih dari 700 penerbangan dibatalkan, bersama dengan sejumlah feri dan kereta api. Layanan kereta peluru Shinkansen antara Tokyo dan Hiroshima dihentikan sementara dan Universal Studios Jepang ditutup.

"Sekitar 177.000 pelanggan di seluruh Jepang barat kehilangan kekuatan," kata Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri dikutip dari Reuters. Pihak Toyota Motor Corp mengatakan kalau mereka membatalkan shift malam di 14 pabrik.

Bahkan pasang yang terjadi kali ini juga merupakan yang tertinggi sejak topan 1961 lalu. Banjirnya meliputi landasan pacu di Bandara Internasional Kansai, Osaka.

Angin kencang itu bahkan membuat kapal tanker berkapasitas 2.591 ton menabrak jembatan yang menghubungkan bandara Kansai di teluk pulau buatan.

Jembatan tersebut rusak, namun tak ada korban dan awak kapal terluka pada tanker kosong tersebut.

Tayangan televisi menunjukkan ombak menghantam garis pantai, lembaran logam jatuh di tempat parkir dan sebuah truk berputar di sisinya.

Orang-orang di Kobe melaporkan di Twitter bahwa angin mengguncang gedung apartemen mereka dan merobek cabang-cabang pohon.

 


Birny Birdieni

Birny Birdieni
04-09-2018 17:54