Main Menu

Badai Terbesar Hantam Jepang

Rosyid
05-09-2018 08:28

Dampak badai Taifun Jebi di Osaka Jepang.(REUTERS/Kyodo/re1)

Osaka, Gatra.com - Topan terkuat dalam 25 tahun merobek bagian barat Jepang, menewaskan 7 orang dan melukai sedikitnya 200 orang, Selasa (4/9). Badai memicu gelombang besar yang menyapu kapal yang berlabuh di pelabuhan, termasuk tanker yang berlabuh di Osaka Bay. Tanker didorong hingga  menghantam jembatan yang menghubungkan kota Izumisano  dengan Bandara Internasional Kansai. 

 

Akibatnya jembatan rusak dan bandara terisolir dari pulau utama. Tercatat 5000 orang terperangkap di bandara itu seperti dilaporkan NHK. Mereka berhasil dievakuasi pada Rabu (5/9) dengan menggunakan perahu. Gelombang tinggi yang dipicu badai juga membanjiri beberapa bagian bandara. Akibatnya semua penerbangan dibatalkan dan cuaca buruk menyebabkan pemadaman listrik dan kekacauan perjalanan disebagian besar negara itu.

 

Taifun Jebi menampar bagian barat Jepang sekitar tengah hari dengan kecepatan hingga 216 km/jam. Badai bergerak cepat melibas daratan dan pada malam hari bergerak ke Ishikawa di Jepang Tengah.

Media di Jepang melaporkan 7 orang tewas dalam badai tersebut termasuk seorang pria 71 tahun yang tewas di Prefektur Shiga barat. Pria malang ini terperangkap dibawah gudang yang runtuh karena angin kencang. Korban tewas juga dilaporkan di Osaka dan Mie. 200 orang lainnya menderita luka ringan.

NHK juga menayangkan cuplikan yang menggambarkan bianglala (ferris wheel) berdiameter 100 meter di Osaka yang yang beputar-putar sangat kencang dalam tak terkendali didorong angin kencang padahal mesinnya sudah dimatikan.  Angin kencang mendorong truk hingga terbalik. 

Ditempat lain, angin melecut bagian langit-langit stasiun Kyoto dan mengupas perancah bertingkat di sebuah gedung di Osaka. Badai juga menyebabkan lebih dari 1 juta rumah tangga tanpa listrik.

Perdana Menteri Shinzo Abe sudah memperingatkan warga untuk mengungsi ketempat aman dan memerintahkan aparatnya untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi warga begitu badan cuaca memperingatkan tanah longsor, banjir dan angin kencang, gelombang tinggi dan tornado.

Atas peringatan itu, sekolah di jalur badai diliburkan, taman hiburan Universal Studios Osaka ditutup pada hari Selasa, demikian pula sejumlah pabrik. Hampir 800 penerbangan dibatalkan termasuk penerbangan internasional yang berangkat dan tiba di Nagoya dan Osaka. Layanan feri, kereta lokal dan beberapa jalur kereta peluru juga dihentikan.

Taifun Jebi memiliki lintasan serupa Taifun Cimaron pada 23 Agustus, mengacaukan sistem transportasi namun tingkat kerusakaannya relatif terbatas.

Jepang rutin diterjang badai besar pada musim panas dan gugur. Sepanjang tahun ini, Jepang berkali-kali mengalami bencana. Sebelumnya adalah gelombang panas mematikan. Lalu dilanjutkan hujan deras yang memicu banjir, hingga menewaskan lebih dari 200 orang


Rosyid

Rosyid
05-09-2018 08:28