Main Menu

Pihak Amerika Serikat Klaim Temukan Bukti Senjata Kimia di Suriah

Hidayat Adhiningrat P.
08-09-2018 12:18

Krisis politik di Suriah (Reuters/yus)

Washington, Gatra.com - Pejabat tinggi Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya memiliki banyak bukti yang menunjukkan bahwa pasukan pemerintah Suriah menyiapkan senjata kimia di Provinsi Idlib.

 

"Saya sangat yakin bahwa kami punya dasar kuat untuk menyampaikan peringatan ini," kata Jim Jeffrey, yang pada 17 Agustus ditunjuk menjadi penasihat khusus Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk urusan Suriah, dikutip dari Reuters, Sabtu (8/9).

Sebelumnya, Gedung Putih menegaskan akan menggelar serangan balasan jika pasukan pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia saat berupaya membebaskan Idlib dari gerilyawan. Jeffrey mengatakan bahwa serangan pasukan Suriah dan Rusia, serta penggunaan senjata kimia, akan menimbulkan gelombang besar pengungsian ke wilayah selatan Turki.

"Kami keberatan terhadap semua bentuk serangan militer. Banyak bukti bahwa senjata kimia tengah disiapkan," kata Jeffrey kepada wartawan.

Pada saat ini, Presiden Suriah Bashar al Assad mengerahkan pasukannya di sekitar Idlib, sementara pesawat tempur Rusia mulai menggelar serangan ke kantung gerilyawan di sana.

Nasib gerilyawan di Idlib bergantung pada hasil perundingan pada Jumat (7/9) di Tehran, antara pemimpin negara pendukung Assad --Rusia dan Iran-- dengan pemimpin negara pendukung gerilyawan, Turki.

"Kita akan tahu esok hari apakah Rusia siap berkompromi dengan Turki," kata Jeffrey.

Dengan dukungan kekuatan udara Rusia, pemerintah Assad dalam beberapa tahun belakangan berhasil merebut kembali satu demi satu wilayah Suriah dari tangan gerilyawan. Idlib menjadi satu-satunya wilayah besar masih dikuasai kelompok oposisi.

Jeffrey menyebut situasi di Idlib "sangat berbahaya" dan mengatakan bahwa Turki tengah berupaya mencegah serangan besar-besaran dari pemerintah Suriah.

"Kisah tentang Idlib belum berakhir. Turki tengah berupaya mengubah sejarah," kata dia.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
08-09-2018 12:18