Main Menu

Pensiun dari Alibaba, Ternyata Jack Ma Punya Misi Lain

Birny Birdieni
08-09-2018 19:20

Jack Ma (ANTARA/INASGOC/Wahyudin/FT02)

Hangzhou, Gatra.com- Tepat hari ulang tahun Jack Ma yang ke-54 Senin (10/9), bakal jadi momen bersejarah. Sebab bertepatan hari itu dia berencana pensiun dari kerajaan e-commerce yang dibangunnya, Alibaba. Pernyataan rencana mundur tersebut dilaporkan oleh New York Times dan Wall Street Journal.

 

Pengusaha asal Cina yang ikonik ini sedang membuat rencana akan masa depan Alibaba Group Holding Ltd yang dibangunnya. Misinya adalah menjadikannya sebagai perusahaan Asia paling berharga.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV, Ma mengatakan kalau fokusnya akan berganti ke bidang pendidikan dan pengajaran. Bidang yang dimulai orang terkaya di Cina itu sebelum membangun Alibaba.

Pondasi untuk membangun misi itu, Ma telah membuat yayasan atas namanya, Jack Ma Foundation. Seperti halnya pengusaha dan miliarder Bill Gates dengan Microsoft Corp. Misi filantropis Alibaba itu menurutnya berkaca pada apa yang dipelajarinya dari Bill Gates.

"Saya pikir suatu hari nanti dan segera saya akan kembali mengajar. Ini sesuatu yang saya kira saya bisa lakukan lebih baik daripada menjadikan CEO Alibaba," ungkap Ma dikutip dari Bloomberg, Sabtu (8/9).

Menurut Ma dia sudah menyiapkan Jack Ma Foundation sejak 10 tahun lalu. "Ada banyak hal yang dapat saya pelajari dari Bill Gates. Saya tidak akan pernah menjadi kaya, tapi satu hal yang dapat saya lakukan lebih baik adalah pensiun lebih awal," tuturnya.

Ma menyebut dirinya sebagai eksekutif yang tak disengaja. Sebab sebelum masuk dunia bisnis, ia awalnya seorang guru bahasa Inggris. Namun kini, menurut Bloomberg Billionaires Index ia menjadi pengusaha dengan kekayaan bersih lebih dari US$40 miliar.

Adapun Ma sebenarnya mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO Alibaba pada 2013 lalu. Namun masih menjadi Ketua dan wajah publik dari perusahaan multinasional yang dibangunnya pada 1999 lalu.

"Saya memiliki keyakinan penuh pada tim dan struktur mitra yang banyak tidak disukai investor" ungkap Ma. Saat ini posisi CEO perusahaan dengan nilai pasar lebih dari US$409 miliar itu ada ditangan Daniel Zhang yang mulai menjabat sejak 2015 lalu.

Kepergian Ma sebenarnya menjadi sinyal kepercayaan dia akan manajemen saat ini. Secara bisnis, Alibaba terus berkembang diluar lini usaha e-commerce. Mulai masuk ke pembayaran digital, komputasi awan hingga produksi film dengan anggaran besar.

Pihak Alibaba belum berkomentar mengenai rencana pensiun Ma tersebut. Namun Analis Pasific Epoch, Steven Zhu menyebut langkah Ma tidak akan terlalu berpengaruh akan Alibaba.

"Dia tidak menjaga bisnis sehari-hari. Daniel Zhang telah mengambil sebagian besar tangung jawab mengelola. Alibaba telah melakukan banyak persiapan untuk suplai dan pengasuhan bakat," pungkasnya.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
08-09-2018 19:20