Main Menu

Begini Alasan Jack Ma Pilih Daniel Zhang Sebagai Komandan Alibaba?

Birny Birdieni
10-09-2018 10:13

Pendiri Alibaba Group Holding ltd yang juga merupakan pengusaha miliarder asal Cina Jack Ma. (shutterstock_1072052315/RT)

Beijing, Gatra.com- Pendiri Alibaba Group Holding ltd yang juga merupakan pengusaha miliarder asal Cina Jack Ma dipastikan akan mundur sebagai Ketua Eksekutif kerajaan e-commerce dia pada 10 September 2019 mendatang. Dengan demikian, tongkat komandan itu akan dipegang oleh Direktur Utama Alibaba Daniel Zhang. 

 

Keputusan itu akan dilaksanakan bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-55 tahun. Zhang yang kini berusia 46 tahun menjabat sejak 2015 lalh. Chief Operating Officer itu juga merupakan arsitek kunci dari event acara belanja online terbesar di dunia, yakni Alibaba's Sibgle Day 11 November.

"Dibawah kepemimpinannya (Zhang), Alibaba telah menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan dalam 13 kuartal berturut-turut. Mulai meneruskan obor Alibaba ke Daniel dan tim merupakan keputusan tepat di saat yang tepat, " kata Ma dalam rilis perusahaan seperti dikutip Reuters, Senin (10/9).

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV, Ma mengatakan kalau fokusnya akan berganti ke bidang pendidikan dan pengajaran. Bidang yang dimulai orang terkaya di Cina itu sebelum membangun Alibaba.

Pondasi untuk membangun misi itu, Ma telah membuat yayasan atas namanya, Jack Ma Foundation. Seperti halnya pengusaha dan miliarder Bill Gates dengan Microsoft Corp. Misi filantropis Alibaba itu menurutnya berkaca pada apa yang dipelajarinya dari Bill Gates.

"Saya pikir suatu hari nanti dan segera saya akan kembali mengajar. Ini sesuatu yang saya kira saya bisa lakukan lebih baik daripada menjadikan CEO Alibaba," ungkap Ma.

Ma menyebut dirinya sebagai eksekutif yang tak disengaja. Sebab sebelum masuk dunia bisnis, ia awalnya seorang guru bahasa Inggris. Namun kini, menurut Bloomberg Billionaires Index ia menjadi pengusaha dengan kekayaan bersih lebih dari US$40 miliar.

Saat ini posisi CEO perusahaan dengan nilai pasar lebih dari US$409 miliar itu secara bisnis terus berkembang diluar lini usaha e-commerce. Mulai masuk ke pembayaran digital, komputasi awan hingga produksi film dengan anggaran besar.


 

Birny Birdieni

Birny Birdieni
10-09-2018 10:13