Main Menu

Pria Afganistan Mengamuk Di Paris, Tujuh Orang Terluka

Birny Birdieni
11-09-2018 02:12

Polisi Paris melakukan investigasi di lokasi kejadian perkara (REUTERS/Gonzalo Fuentes/yus4)

Artikel Terkait

Paris, Gatra.com- Aksi penyerangan dengan pisau dan batang besi di Paris, Minggu (9/9) malam pukul 23.00 waktu setempat telah membuat tujuh orang, termasuk di dalamnya dua turis Inggris dan seorang warga Mesir terluka. Adapun empat orang dalam kondisi kritis.

 

Polisi menyebut pelaku yang mengamuk itu merupakan warga Afganistan. Tersangka yang diduga masih berusaha tiga puluhan tahun tersebut sudah dibawa petugas dalam keadaan tak sadar ketika dibawa ke rumah sakit.

Saksi mata Youssef Najah menyebut dirinya sedang ada di sebelah kanal timur laut ibukota itu saat seorang pria lari dan memegang pisau sepanjang 25-38 cm (10-11 inchi).

"Ada sekitar 20 orang mengejarnya. Mereka melemparkan bola-bola kecil ke arahnya," kata Najah dikutip dari France 24, Selasa (11/9). Ada empat atau lima bola mengenai kepalanya namun mereka tidak bisa menghentikannya.

Pelaku tadi akhirnya masuk ke dalam gang dan bersembunyi dibalik dua orang turis asal Inggris berusia 50 tahunan. Sempat diperingati kalau pelaku punya pisau, namun mereka tak bereaksi dan menyerangnya.

Sumber yang dekat dengan penyelidikan menyebut meski pelaku menargetkan orang asing, namun tidak ada indikasi pada tahap ini kalau pelaku berkorelasi dengan serangan teroris.

Hanya saja ini menjadi serangan baru setelah sebelumnya 23 Agustus lalu, seorang pria menikam ibu dan saudara perempuannya hingga tewas di sebuah kota dekat Paris. Pelaku akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Motif dari kekerasan itu tidak jelas namun diklaim grup ISIS sebagai serangan pejuangnya merespon teror organisasi propaganda.

Perancis telah waspada akan aksi serangan jihadis dimana sejak aksi pembantaian di majalah Satiris Charlie Hebdo di Paris Januari 2015 lalu sudah ada lebih dari 240 korban.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
11-09-2018 02:12