Main Menu

AS: Represi Muslim Uighur Semakin Buruk

Rosyid
12-09-2018 10:30

Presiden Amerika Serikat Donald Trump . (Shutterstock_12345/RT)

Beijing, Gatra.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan represif yang ketat kepada minoritas Muslim di wilayah Xinjiang. Pemerintah Trump mempertimbangkan sanksi kepada pejabat senior Cina dan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia itu.

 

Pembicaraan terkait hal itu mendapat momentum setelah munculnya laporan penahanan massal terhadap etnis Uighur dan kelompok muslim lainnya yang memicu kecamanan internasional. Keputusan pemberian sanksi akan menjaadi langkah langka yang dilakukan pemerintah Trump terhadap pelanggaran HAM oleh Cina.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan sanksi apa yang akan dberikan masih dibicarakan.

"Kami sangat terganggu oleh tindakan keras yang semakin memburuk, tidak hanya pada orang Uighur (tetapi juga) orang-orang Kazakh, Muslim lainnya di wilayah itu di China," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert, seperti dikutip Reuters, Rabu (12/9).

Nauert mengakui bahwa Departemen Luar Negeri telah menerima surat dari kelompok bipartisan parlemen AS pada akhir Agustus meminta Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk menjatuhkan sanksi pada sejumlah pejabat China yang dituduh menerapkan kebijakan tersebut. Termasuk Chen Quanguo, ketua Partai Komunis di Xinjiang dan juga anggota politbiro Partai.


Rosyid

Rosyid
12-09-2018 10:30