Main Menu

Hurricane Florence Baru Permulaan, Tiang Listrik Sudah Bertumbangan

Rosyid
14-09-2018 09:39

Gambar citra satelit topan Hurricane Florence yang melanda negara bagian North Carolina, Amerika Serikat. (Dok. NASA via Shutterstock/FT02)

Wilmington, Gatra.com - Bagian terluar Hurricane Florence mulai membasahi sebagaian Carolina, Kamis waktu setempat. Seperti diprediksi, badai ini menumpahkan air hujan yang menyebabkan jalan tergenang banjir, sungai-sungai penuh dan  tiang listrik tumbang. Padahal ini baru permulaan saja. Sulit dibayangkan betapa dashyatnya badai ini ketika bagian utama dari Hurricane Florence sampai ke daratan yang diperkirakan Jumat (14/9) waktu setempat.

 

 

National Hurricane Center (NHC) mengingatkan, meskipun Florence sudah berkurang kekuatannya, turun menjadi badai kategori 2 pada skala Saffir-Simpson, namun masih tetap berbahaya dan tidak dapat diprediksi. Badai ini diperkirakan menyentuh Cape Fear pada Jumat tengah hari dengan membawa hujan yang bisa menyebabkan banjir hingga 1 meter dan gelombang laut hingga empat meter.

Gubernur North Carolina Roy Cooper mengatakan pada konferensi pers bahwa "badai bersejarah" akan melepaskan hujan dan bajir yang akan menggenangi seluruh negara bagian. di kota Wilmington, North Carolina bisa terkena langsung dari Hurricane Florence. Angin yang mengaduk-ngaduk menimbulkan busa putih di sungai Cape Fear.

North Carolina akan menerima tumpahan hujan dalam dua tiga hari yang setaran dengan hujan normal selama delapan bulan. Hal itu diungkapkan National Weather Service forecaster Brandon Locklear seperti dikutip Reuters.

Direktur NHC Ken Graham mengatakan di Facebook, hHujan lebat diramalkan akan meluas ke Pegunungan Appalachian, yang mempengaruhi bagian-bagian Alabama, Tennessee, Kentucky, dan West Virginia.

Pernyataan keadaan darurat diberlakukan di Georgia, South dan North Carolina, Virginia, Maryland dan District of Columbia.

Meskipun dihimbau mengungsi beberapa warga menolak panggilan untuk mengungsi. Di dekat pantai Wilmington, restoran Waffle House, yang punya reputasi tetap buka selama bencana, tidak memiliki rencana untuk ditutup, bahkan jika listrik padam. Menurut pantauan Reuters pada hari Kamis, ada antrean panjang di restoran itu.

Di komunitas kecil Sea Breeze dekat Wilmington, Roslyn Fleming, 56, membuat video cucunya dibaptiskan.

Will Epperson, asisten pengawas lapangan golf berusia 36 tahun, mengatakan dia dan istrinya telah merencanakan untuk bertahan dari badai di rumah mereka di Hampstead, North Carolina. Tapi kemudian membatalkan rencana itu karena mempertimbangkan keganasan Florence. Mereka kemudian berkendara 150 mil (240 km) ke Durham yang berada di pedalaman untuk tinggal dirumah ibunya.


Rosyid

Rosyid
14-09-2018 09:39