Main Menu

Delegasi Pemerintah Aceh Mempelajari Solusi Pendanaan Konservasi Ke Kanada

Umaya Khusniah
14-09-2018 21:03

Direktur Eksekutif Canopy Nicole Rycroft. (Dok.Canopy/RT)

Vancouver, Gatra.com - Delegasi Pemerintah dan Parlemen dari Aceh mengunjungi Great Bear Rainforest, Provinsi British Columbia, Kanada pekan lalu. Kunjungan ini dalam rangka belajar mengenai opsi-opsi pembangunan ekonomi berbasis konservasi yang bisa menyelamatkan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

 


Kunjugan ini merupakan undangan dari Canopy, sebuah organisasi nirlaba lingkungan internasional kepada Para Delegasi Konservasi dan Pendanaan Hijau Aceh. Delegasi Indonesia terdiri dari para pemangku kebijakan politik dan para ketua lembaga swadaya masyarakat di Aceh.

Mereka antara lain Teuku Irwan Djohanyang merupakan Wakil Ketua DPRA, Azhari yakni Kepala BAPPEDA ACEH, Mursil yang juga Bupati Aceh Tamiang, Raidin Pinim yang menjabat sebagai Bupati Aceh Tenggara dan tim asistennya, Ahmad Ubaidi, Farwiza Farhan yang juga Ketua Yayasan HAkA, Rudi Putra yang menjabat sebagai Direktur FKL dan Wahdi Azmi, seorang Direktur ACCI – Aceh Program.

Delegasi berada di Kanada selama lima hari. Disana, Menteri Koordinator Lingkungan dan Iklim British Columbia, Kanada, Hon. George Heyman, para pemimpin First Nations, bersama dengan para eksekutif finansial, bisnis dan yayasan filantropi memberikan presentasi mengenai pendanaan konservasi (Green financing) dan peluang yang dapat dihasilkan untuk membangun ekonomi hijau lokal berskala besar.

Sejak 2007, Great Bear Rainforest menerapkan model pendanaan konservasi yang menitik beratkan pada pembangunan ekonomi masyarakat. Model pendanaan seperti ini merupakan salah satu model finansial paling komprehensif dan berskala terbesar di dunia.

“Saya yakin bahwa model ekonomi konservasi yang ada di Great Bear Rainforest, Kanada, bisa menjadi fondasi atau model yang bisa dipakai untuk Aceh," ujar Teuku Irwan Djohan.

Ia berharap dengan menerapkan model pendanaan konservasi, bisa mengembangkan masyarakat yang sejahtera sekaligus melindungi Kawasan Ekosistem Leuser.

Sementara Justin Winters, Direktur Eksekutif Leonardo Di Caprio Foundation mengatakan Kawasan Ekosistem Leuser adalah salah satu hutan hujan paling berharga di dunia. kawasan ini mempunyai potensi untuk mendatangkan investasi hijau untuk pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat, perencanaan konservasi dan perlindungan skala besar seperti yang ada di Great Bear Rainforest, Kanada.

"Ada keinginan dari yayasan filantropi untuk mendukung kepemimpinan konservasi di lanskap sebesar Kawasan Ekosistem Leuser," ujarnya lagi.

Direktur Eksekutif Canopy Nicole Rycroft menambahkan Dengan adanya revisi rencana revisi RTRW Aceh, Aceh mempunyai kesempatan untuk mengejar jalan pembangunan yang berbeda dengan industrialisasi yang banyak dilihat di daerah lain.

Ia menambahkan para pemangku kebijakan di Aceh punya kekuatan untuk memanfaatkan keindahan alam Aceh yang sangat kaya sebagai fondasi kesuksesan ekonomi hijau dan masyarakat yang sejahtera sekaligus melindungi Kawasan Ekosistem Leuser.

"Tanpa inisiatif ini, satwa penting seperti orangutan dan harimau, akan semakin punah. Mengingat krisis iklim dan keanekaragaman hayati yang terjadi di bumi, kita benar-benar tidak mampu menanggung dampak jika Kawasan Ekosistem Leuser ini hilang” sambung Justin Winter.

Dalam pertemuan ini juga selain membahas bagaimana pendanaan konservasi dikembangkan dan disusun di Great Bear Rainforest juga membahas model pendanaan konservasi seperti apa yang bisa dikembangkan di Kawasan Ekosistem Leuser.

Para delegasi berkesempatan untuk mengunjungi Great Bear Rainforest dan melihat bisnis dan inisiatif seperti apa yang dikembangkan oleh masyarakat First Nation dengan bantuan investasi pendanaan konservasi. Para delegasi melihat langsung bagaimana masyarakat yang hidup di sekitar Great Bear Rainforest memperoleh pendapatan dua kali lipat semenjak berganti kepada ekonomi berbasis konservasi.

Delegasi, ahli dan peserta panel kini telah berkomitmen untuk bekerja sama untuk mengembangkan rencana pendanaan konservasi di Aceh yang mencakup perlindungan Kawasan Ekosistem Leuser. Kunjungan ini adalah awal dari hubungan kerja yang erat antara para ahli di British Columbia dan Pemerintah Aceh.

Adapun bidang-bidang yang akan dikolaborasikan antara lain Memulai hubungan kerja antara Menteri Lingkungan Hidup British Columbia dan Kantor Pembangunan Berkelanjutan Aceh. Selain itu juga hubungan kerja antara Pemerintah Aceh dan Otoritas Pelabuhan Vancouver.

Ketiga, kolaborasi akademik, pertukaran pelajar dan beasiswa antara Universitas di Aceh dan Universitas British Columbia. Pembelajaran silang antara program Guardian Watchmen yang bekerja untuk melindungi integritas ekologi daerah terpencil di Great Bear Rainforest dan mereka yang berada di Kawasan Ekosistem Leuser.

Kelima, pembelajaran silang antara program ekowisata berbasis komunitas yang sukses di Hutan Hujan Great Bear dan masyarakat yang hidup di Kawasan Ekosistem Leuser. Terakhir, dukungan dari ahli konservasi dan pendanaan konservasi di Kawasan Ekosistem Leuser.

Sebagai informasi keunggulan ekonomi Great Bear Rainforest bergantung pada perlindungan satwa langka seperti beruang hitam, beruang Grizzly, dan beruang bermode bersama dengan srigala, dan berbagai jenis paus yang melewati perairan tersebut.

Sementara kawasan ekosistem Leuser merupakan tempat terakhir di dunia dimana orangutan, gajah, badak dan harimau masih tinggal bersama di alam. Perlindungan Kawasan Ekosistem Leuser memainkan peran penting untuk pembangunan ekonomi ke depan.


Umaya Khusniah

Umaya Khusniah
14-09-2018 21:03