Main Menu

Targetkan Denuklirisasi Januari 2021, AS Bertemu Korut Pekan Depan

Birny Birdieni
20-09-2018 10:30

Mike Pompeo.(Reuters/re1)

 

Washington, Gatra.com- Amerika Serikat siap untuk melanjutkan perundingan dengan Korea Utara. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dia telah mengundang Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho untuk bertemu di New York pekan depan, dengan tujuan menyelesaikan denuklirisasi pada Januari 2021.

 

Pernyataan tersebut merespon setelah sebelumnya kedua pemimpin Korea bertemu pada ajang KTT Korea di Pyongyang, Korut pada Rabu (19/9).

Ri Yong Ho dijadwalkan hadir dalam pertemuan tahunan Majelis Umum PBB para pemimpin dunia. Pompeo juga mengatakan Washington mengundang perwakilan Pyongyang untuk bertemu perwakilan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun di Wina pada "kesempatan paling awal."

Dalam KTT Korea, Pyongyang berjanji untuk membongkar fasilitas penting rudalnya dan menyarankan untuk menutup kompleks nuklir Yongbyon utamanya jika Washington mengambil tindakan yang tidak mereka sampaikan spesifiknya.

Amerika Serikat tampak ingin merebut komitmen pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pembicaraannya dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Bahkan ketika para pengkritik mengatakan langkah-langkah itu tidak banyak untuk menempatkan Pyongyang pada jalur untuk denuklirisasi yang tidak dapat diubah.

"Korea Utara akan mengizinkan para ahli dari “negara-negara terkait” untuk menyaksikan penutupan tempat uji coba mesin rudal dan landasan peluncuran di Tongchang-ri," kata Moon pada konferensi pers bersama dengan Kim setelah pertemuan mereka di ibukota Korea Utara dikutip dari Reuters, Kamis (20/9).

Kebangkitan kembali diplomasi ini mengikuti keraguan berminggu-minggu pemerintahan Presiden AS Donald Trump tentang apakah Korea Utara bersedia berunding dengan itikad baik setelah pertemuan puncak Juni antara Trump dan Kim menghasilkan beberapa hasil nyata.

Cina, pendukung ekonomi dan sekutu diplomatik Korea Utara, mengatakan, pihaknya menyambut baik kesepakatan yang dicapai di Pyongyang dan sangat mendukungnya.

"Kami benar-benar tidak bisa membiarkanini kesempatan bagi perdamaian lolos sekali lagi," kata diplomat top pemerintah China, Penasihat Negara Wang Yi, dalam sebuah pernyataan.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
20-09-2018 10:30