Main Menu

Kehakiman Senat Ingin Sidang Dengar Kasus Pelecehan Kavanaugh Rabu Depan

Birny Birdieni
22-09-2018 01:46

Brett Kavanaugh (REUTERS/Jim Bourg/FT02)

Washington, Gatra.com- Komite Kehakiman Senat telah memberi waktu kepada pengacara Christine Blasey Ford sampai akhir Jumat (21/9) waktu setempat untuk menyetujui beberapa persyaratan.

 

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/9) ini, persyaratan itu berkaitan dengan rencana Ford untuk bersaksi atas tuduhan penyerangan seksual yang dilakukan oleh calon Mahkamah Agung, Brett Kavanaugh terhadapnya.

Dalam laporan seorang senator Partai Republik yang enggan disebutkan namanya kepada Politico disebutkan kalau Panel setuju untuk mengadakan sidang pada hari Rabu (26/9), sehari lebih awal dari yang ditawarkan Ford.

Sang senator menyebut Ford berharap untuk bersaksi sebelum Kavanaugh. Tetapi para anggota parlemen menyetujui permintaan Ford untuk tidak menempatkannya dalam ruangan yang sama dengannya.

Sebelumnya pada awal musim panas lalu Ford menuliskan sebuah surat rahasia kepada anggota parlemen senior Demokrat dengan menuduh Kavanaugh pernah secara seksual menyerangnya lebih dari tiga dekade lalu.

Kejadian tersebut ketika mereka masih pelajar sekolah menengah di pinggiran kota Maryland. "Kavanaugh dan seorang temannya mabuk berat," kata Ford menuduh seperti dikutip dari Washington Post.

Keduanya menjebak Ford ke kamar timur pada sebuah rumah di Montgomery County. Ketika itu Kavanaugh mencoba memposisikan dia di tempat tidur dan menarik pakaian renang Ford.

Saat Ford mencoba berteriak, dia meletakkan tangannya di atas mulutnya. "Dia mencoba menyerang saya dan melepaskan pakaian saya," ungkapnya.

Ketika itu, psikolog penelitian berusia 51 tahun di California utara tersebut juga merasa nyawanya terancam. "Saya pikir dia mungkin secara tidak sengaja membunuh saya," katanya.

Munculnya tuduhan ini memposisikan pencalonan Kavanaugh dalam kondisi bahaya dari kemungkinan lolos sebagai Hakim Agung tersebut.

Bahkan Hakim Pengadilan Banding Federal pun harus mengadakan pertemuan di Gedung Putih dan mengeluarkan pernyataan bahwa tuduhan tersebut hal yang salah.

 


Birny Birdieni

Birny Birdieni
22-09-2018 01:46