Main Menu

Pasukan Garda Revolusi Iran Bersumpah Akan Balas Dendam

Aries Kelana
24-09-2018 09:24

Parade Militer Iran Diserang.(Reuters/re1)

 

Dubai, Gatra.com - Serangan terhadap 25 orang, termasuk 12 pasukan elit Iran yang terjadi Sabtu (22/9), memantik kemarahan pemerintah Teheran. Pasukan pengawal revolusi itu berjanji akan membalas dendam.

"Mempertimbangkan pengetahuan penuh (para Pengawal) tentang pusat penyebaran para pemimpin teroris kriminal. Mereka akan menghadapi pembalasan yang mematikan dan tak terlupakan dalam waktu dekat," bunyi pernyataan Pengawal yang disiarkan oleh media pemerintah, seperti dikutip Reuters, Minggu (23/9).

Teheran menuduh negara-negara Arab Teluk mendukung orang-orang bersenjata. Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran menuding Amerika Serikat (AS) dan sekutu Teluknya telah bekerjasama di balik serangan tersebut.

"Mempertimbangkan pengetahuan penuh (para Pengawal) tentang pusat penyebaran para pemimpin teroris kriminal ..., mereka akan menghadapi pembalasan yang mematikan dan tak terlupakan dalam waktu dekat," kata Pengawal dalam pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah.

Presiden Hassan Rouhani, yang menuduh musuh Iran Amerika Serikat dan negara-negara Teluk memprovokasi pertumpahan darah dan mengancam tanggapan yang keras. Namun, Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, menolak tuduhan Rouhani.

Pada Sabtu, empat penyerang menembaki stan penayangan di kota barat daya Ahvaz, tempat para pejabat Iran berkumpul untuk menyaksikan acara tahunan menandai dimulainya perang Republik Islam 1980-1988 dengan Irak. Tentara merangkak saat tembakan meraung. Perempuan dan anak-anak melarikan diri.

Selain ISIS, sejumlah gerakan separatis mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Ahvaz National Resistance, sebuah gerakan oposisi etnis Arab Iran ingin memisahkan provinsi Khuzestan yang kaya minyak, juga mengaku bertanggung jawab. Tetapi, tak satu pun dari mereka yang bisa membuktikannya.


Aries Kelana

Aries Kelana
24-09-2018 09:24