Main Menu

Menlu Adakan Serangkaian Pertemuan Bilateral di New York

Bernadetta Febriana
25-09-2018 16:57

Caption Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi (GATRA/Adi Wijaya/aw)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara dan organisasi internasional di sela-sela rangkaian pertemuan Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-73 di New York, AS. 

 


Menlu Retno bertemu Menlu Arab Saudi, Adel AL Jubeir, Menlu Yunani Nikos Kotzias, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Kep. Solomon, Milner Tozaka, Menlu Sudan, Al-Dirdeeri Mohammed Ahmed, Menlu Kolombia Holmes Trujillo Garcia, dan Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit.

 
Pada pertemuan Menlu RI dan Menlu Yunani, keduanya menandatangani perjanjian bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas. 

 
“Perjanjian ini merupakan langkah konkrit pemajuan kerja sama bilateral antara kedua negara. Saya berharap perjanjian bebas visa ini dapat mendorong lebih banyak lagi kunjungan kerja di tingkat yang lebih tinggi antara Indonesia dan Yunani”, ujar Retno.

 
Kerja sama dan saling-kunjung resmi antara Indonesia dan Yunani telah berjalan baik selama ini. Sebagai sesama negara maritim, Indonesia dan Yunani sama-sama memiliki kepentingan untuk meningkatkan keamanan laut dan mengembangkan pengembangan ekonomi di bidang kelautan. 

 
Dalam pertemuannya dengan Menlu Sudan dan Kolombia, Retno tegaskan keinginan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi dan perdagangan. 

 
Sementara dalam pertemuan dengan Menlu Sudan, Retno membahas mengenai peningkatan ekonomi terutama di sektor pertanian. Delegasi bisnis Indonesia telah berkunjung ke Sudan bulan Agustus 2018 untuk menjajaki investasi dalam sektor tersebut. 

 
Indonesia sambut baik keinginan Kolombia untuk bergabung dengan Council on Palm Oil Producing Countries (CPOPC) yang diinisasi salah satunya oleh Indonesia. “Bergabungnya Kolombia dalam CPOPC akan memperkuat upaya kita untuk mengembangkan industry kelapa sawit dan memberikan prespsi yang tepat terhadap produk kelapa sawit” ujar Retno.

 
Dalam pertemuan dengan Menlu Kep. Solomon disepakati untuk mempererat kerja sama kedua negara yang akan memperingati 35 tahun hubungan bilateralnya tahun ini. “Indonesia siap menjadi mitra pembangunan Kep Salomon melalui program peningkatan kapasitas, pelatihan dan beasiswa pendidikan kepada masyarakat Kep. Solomon”  ujar Retno.

 
Dalam setiap pertemuan bilateral, Retno terus membawa agenda Palestina untuk dibahas bersama mitra kerjanya. “Saat ini, dunia harus memberikan perhatian lebih terhadap masa depan kepada ‘two state solution’ untuk Palestina” ujarnya. 

 
Menlu RI secara khusus membahas isu Palestina dengan Menlu Arab Saudi dan Sekjen Liga Arab untuk kembali bertukar pikiran mengenai upaya bersama bagi rakyat Palestina. 


Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
25-09-2018 16:57