Main Menu

AS Salurkan US$156 Juta bagi Pengungsi Rohingya

Flora Librayanti BR K
26-09-2018 11:12

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley (REUTERS/Jeenah Moon/jh)

 

New York, Gatra.com - Dalam pertemuan tingkat menteri terkait masalah Burma, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley mengumumkan bantuan kemanusiaan tambahan sebesar lebih dari US$185 juta bagi warga di Burma dan di Bangladesh yang terkena dampak krisis negara bagian Rakhine.

“Amerika Serikat bangga menjadi donor utama bantuan keselamatan hidup bagi orang-orang asli yang kehilangan tempat tinggal, pengungsi, dan masyarakat asli Burma dan Bangladesh. Dan kami sangat menghargai kemurahan hati Bangladesh yang tetap teguh untuk menyediakan tempat tinggal serta merawat para pengungsi,” sebut Haley pada Senin (24/9) waktu setempat.

Pendanaan baru ini, termasuk sejumlah US$156 juta AS diperuntukkan bagi pengungsi Rohingya dan komunitas yang menampung mereka di Bangladesh. Dana tersebut ditargetkan untuk mendukung pelaksanaan layanan gawat-darurat, termasuk perlindungan, tempat penampungan darurat, makanan, air, sanitasi, perawatan kesehatan, serta dukungan psiko-sosial.

“Masih banyak yang harus dilakukan, jadi kita perlu negara lain untuk melakukan bagian mereka juga. Kami akan terus menyerukan kepada pemerintah Burma untuk berbuat lebih banyak terhadap mereka-mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman dalam aksi pembersihan etnis, untuk mengakhiri kekerasan, dan untuk memberikan akses penuh untuk bantuan kemanusiaan dan pers,” tambahnya.

Dana tambahan ini membuat total bantuan kemanusiaan AS dalam menanggapi krisis Rakhine menjadi hampir US$389 juta sejak pecahnya konflik pada Agustus 2017, ketika pasukan keamanan Burma mulai melakukan aksi militer yang meluas terhadap penduduk desa Rohingya di seluruh wilayah Rakhine Utara. Bangladesh saat ini menampung hampir 1 juta pengungsi, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak Rohingya yang telah mengungsi sejak kekerasan meletus.

Di sisi lain, seperti dilansir dari Reuters, utusan Myanmar di PBB masih belum merespon atau berkomentar terkait langkah AS tersebut.


Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
26-09-2018 11:12