Main Menu

Jamal Khashgoggi, Wartawan Pro-Pembaruan Arab Saudi yang Hilang di Turki

Hidayat Adhiningrat P.
11-10-2018 11:23

Jamal Khashoggi (Instagram/AR)

 

Jakarta, Gatra.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (10/10) menyampaikan keprihatinan yang mendalam mengenai nasib Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang hilang pada 2 Oktober di Turki.

"Kami tetap sangat prihatin mengenai nasib Jamal Khashoggi," kata Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB dalam taklimat hariannya.

PBB, katanya, mengikuti masalah tersebut secara seksama.

"Apa yang diserukan oleh rekan kami dari kelompok hak asasi manusia ialah bahwa Pemerintah Turki dan Arab Saudi bekerjasama dalam penyelidikan. Kami sangat mengharapkan bisa memperoleh informasi mengenai kasus ini," kata Dujarric.

Sebelumnya, pada Senin (8/10), peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2011 Tawakkol Karman menyeru pada masyarakat internasional agar menekan para pejabat Arab Saudi terkait hilangnya Khashoggi setelah ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Ankara pada 2 Oktober 2018.

"Jika (Jamal) Khashoggi ditahan, kami menuntut pembebasannya segera," kata pegiat hak asasi manusia dari Yaman itu.

Tawakkol juga menuding dinas intelijen Arab Saudi yang bertanggung jawab dalam kejadian ini. Ia juga berikrar untuk "takkan bungkam mengenai apa yang terjadi pada Khashoggi".

Polisi Turki yang menyelidiki kasus itu telah mengatakan bahwa 15 warga negara Arab Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan menaiki dua pesawat dan memasuki Konsulat Arab Saudi saat Khashoggi berada di dalam.

Jaksa penuntut umum Istanbul saat ini sedang menyelidiki peristiwa tersebut, sementara Konsulat Arab Saudi mengatakan di Twitter bahwa konsulat itu sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Turki.

Siapa Jamal Khashoggi?

Jamal Khashoggi adalah seorang wartawan yang dikenal sebagai wartawan pro-pembaruan Arab Saudi. Dia hilang pada 2 Oktober -tanpa meninggalkan jejak- setelah memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Jamal Khashoggi, yang lahir pada 14 Oktober 1958, juga dikenal sebagai kolumnis The Washington Post.

Pada 1982, Khashoggi meraih gelar sarjana mudanya di bidang Administrai Bisnis dari Indiana State University di Amerika Serikat.

Sepanjang awal 1980-an, Khashoggi bekerja sebagai koresponden luar negeri di beberapa negara, termasuk Afghanistan, Aljazair dan Sudan.

Selain bekerja untuk beberapa surat kabar terkenal -termasuk harian Asharq Al-Awsat, yang berpusat di London-, Khashoggi juga menjadi wakil redaktur pelaksana buat Arab News, harian berbahasa Inggris yang berpusat di Arab Saudi, dari penghujung 1990-an sampai 2003.

Setelah itu, ia menjadi redaktur pelaksana di harian Arab Saudi, Al-Watan, sebelum mundur dari jabatannya pada 2010, setelah ia meraih pengakuan internasional.

Ia juga menjadi penasehat media buat Pangeran Turki al-Faisal selama masa jabatan Pangeran Turki sebagai duta besar Arab Saudi untuk London dan Washington.

Selama beberapa tahun belakangan, Khashoggi membuat kesal pemerintah dengan mendukung aksi perlawanan Arab Spring 2011 -yang ditentang oleh pemimpin Arab Saudi- dan mengkritik konflik pimpinan Arab Saudi saat ini di Yaman.


Hidayat Adhiningrat P/Antara/Xinhua/Anadolu

Hidayat Adhiningrat P.
11-10-2018 11:23