Main Menu

Israel Pertimbangkan Stop Pasokan BBM ke Gaza

Rosyid
14-10-2018 10:49

Ilustrasi bendera Israel. (Shutterstock/awy)

Tel Aviv, Gatra.com - Keputusan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman untuk menghentikan pasokan bahan bakar dan gas ke Gaza mendapat penentangan petinggi badan pertahanan Israel.

 

Menurut para pejabat senior itu, Israel harus membedakan antara bahan bakar yang dikirimm untuk mencegah bencana kemanusiaan di Jalur Gaza dan bahan bakar sumbangan Qatar.

Setiap hari Israel mentransfer cukup bahan bakar dan gas untuk menyediakan kebutuhan minimum untuk mencegah keruntuhan sistem di Jalur Gaza. Pengiriman ini terpisah dari sumbangan Qatar yang rencananya akan dikirim mulai awal pekan ini.

Awalnya Israel setuju untuk mengirim bahan bakar sumbangan Qatar dengan syarat bisa mengurangi ketegangan di wilayah itu. Israel juga memberi isyarat kepada Hamas jika ketegangan di sepanjang pagar perbatasan mereda, Israel akan berusaha memperbaiki situasi di Gaza.

ternyata keputusan mendapat penentangan dari Otoritas Palestina karena akan dianggap melemahan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Penentangan itu menyebabkan kritik politik dan publik yang kuat.

Mereka yang menentang juga mengatakan keputusan Israel mengirim pasokan bahan bakar sumbangan Qatar itu terlihat seperti bekerja sama dengan Hamas melalui mediator, tepat pada saat Hamas memicu ketegangan di perbatasan.

Bentrokan di sepanjang pagar perbatasan dalam seminggu terakhir dan konfrontasi di dekat pagar, dianggap ejekan terhadap niat baik Israel

Jumat lalu, Menhan Lieberman mengatakan kepada para pejabat pertahanan maksudnya untuk menghentikan pengiriman bahan bakar yang dibayar oleh Qatar, yang jumlahnya dua hingga empat tanker Tokoh-tokoh senior di lembaga pertahanan meyakini bahwa langkah itu cukup logis menekan Hamas.

"Selama kekerasan tidak sepenuhnya berhenti di Jalur Gaza, termasuk pengiriman balon pembakar dan membakar ban di seberang permukiman Israel, tidak akan ada pembaruan pengiriman bahan bakar dan gas ke Jalur Gaza," kata Lieberman di akun Twitter-nya.

Namun para pejabat percaya tidak mungkin menghentikan pengiriman bahan bakar dan gas selama beberapa hari tanpa memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza. Beberapa dari mereka mengatakan dalam beberapa bulan terakhir bahwa Israel harus benar-benar membedakan antara konfrontasi di sepanjang perbatasan dan kelanjutan bantuan kemanusiaan.

Setiap hari Israel mengirimkan 15 tanker bahan bakar dan bensin ke Gaza melalui Kerem Shalom, dan enam atau tujuh tangki gas. Ini dianggap sebagai minimum yang diperlukan untuk mencegah bencana kemanusiaan. Bahan bakar ini terutama ditujukan untuk listrik, dan dalam beberapa hari tidak akan cukup untuk menyediakan listrik di Gaza ke rumah sakit dan rumah.


Rosyid/Haaretz

Rosyid
14-10-2018 10:49