Main Menu

Dubes RI Serahkan Credentials ke Presiden Gambia

Dwitri Waluyo
23-07-2012 13:30

Dubes Andradjati dengan Presiden Gambia Yahya JammehDuta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Gambia, Andradjati telah menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Gambia, H.E. Sheikh Alhajj Yahya AJJ Jammeh, pada 19 Juli 2012 di Istana Kepresidenan Gambia. Pada acara penyerahan surat-surat kepercayaan tersebut, Dubes RI didampingi oleh Ibu Nidalia D.M Andradjati, Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Dakar, Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler, serta Konsul Kehormatan RI untuk Gambia, Mr. Lamin Gaye.



Sebelum menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Yahya Jammeh, Dubes RI menyerahkan salinannya kepada Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Gambia, Hon. Mr. Mambury Njie di kantor Kementerian Luar Negeri Gambia. Menlu Mambury Njie menyampaikan selamat datang kepada Dubes RI dan berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah RI dalam bentuk pelatihan pertanian dan pendidikan. Menlu Mambury Njie berharap kedua negara dapat terus mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan.

 

Setelah penyerahan salinan surat-surat kepercayaan, demikian sumber Gatranews, Rheinhard Sinaga, Sekretaris Kedua, Pejabat Penerangan KBRI Dakar, menjelaskan bahwa Dubes RI beserta rombongan beranjak ke Istana Kepresidenan dengan pengawalan protokol Istana. Sebelum memasuki Istana, Dubes RI terlebih dahulu melakukan pemeriksaan barisan kehormatan pasukan pengawal kepresidenan.

Dubes RI dan rombongan kemudian memasuki ruangan kerja Presiden Yahya AJJ Jammeh untuk melakukan penyerahan Surat-Surat Kepercayaan. Presiden Yahya Jammeh didampingi oleh Menlu Hon. Mr. Mambury Njie, Menteri Perdagangan Hon. Mr. Kebba S Touray, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Riset Hon. Mr. Mamadou Tangara serta Menteri Pertanian Hon. Mr. Solomon Owens.

Dalam pembicaraan yang dilakukan setelah penyerahan surat-surat kepercayaan, Presiden Presiden Yahya Jammeh menyampaikan salam hangat kepada Presiden RI dan mengungkapkan kesannya yang sangat mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia pada saat ia berkunjung ke Indonesia pada tahun 2005.  

Menurut Presiden Yahya Jammeh, Indonesia dan Gambia telah memiliki hubungan yang telah terjalin baik sejak lama sehingga diharapkan dapat terus ditingkatkan khususnya di bidang pertanian dan perdagangan bilateral.

Gambia saat ini berupaya memperbaiki sistem pertaniannya setelah mengalami kegagalan panen pada tahun 2011. Untuk itu, ia mengharapkan Indonesia dapat membantu Gambia antara lain melalui pengiriman tenaga ahli pertanian ke Gambia.

Terkait perdagangan bilateral kedua negara, Presiden Yahya Jammeh menekankan pentingnya peningkatan perdagangan langsung (direct trade) antara kedua negara yang dinilai masih rendah. Gambia mengakui kualitas produk-produk buatan Indonesia, namun sayangnya saat ini produk Indonesia sebagian besar masih diimpor dari negara ketiga.

Dalam tanggapannya, Dubes RI mengucapkan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan oleh Pemerintah Gambia dan juga menyampaikan salam hangat Presiden RI kepada Presiden Yahya Jammeh.

Dubes RI menjelaskan misinya sebagai Kepala Perwakilan RI yang terakreditasi di Gambia adalah untuk meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara tersebut secara lebih substantif di segala bidang.

Senada dengan apa yang telah disampaikan Presiden Yahya Jammeh, Dubes RI juga menilai penting kerja sama di bidang pertanian dan perdagangan. Dubes RI juga menginformasikan bahwa pada tahun 2011, Pemerintah Indonesia telah mengirim 3 (tiga) tenaga ahli pertanian ke Agriculture Rural Farmer Training Center (ARFTC) di Jenoi guna memberikan pelatihan dan penyuluhan bagi petani Gambia.

Sementara itu di bidang perdagangan, Dubes RI menyatakan bahwa KBRI Dakar akan melakukan berbagai upaya antara lain dengan berpartisipasi pada acara West African Bussiness Forum yang akan diselenggarakan oleh Kamar Dagang Gambia pada 28 September 2012.

Selain di bidang pertanian dan perdagangan, Dubes RI juga menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia senantiasa berupaya memajukan kerja sama di bidang pendidikan. Pada tahun ajaran 2012, Pemerintah Indonesia telah menyetujui beasiswa bagi 2 (dua) orang WN Gambia yang akan mengambil program pasca sarjana di Indonesia.

Atas informasi tersebut Presiden Yahya Jammeh sangat menyambut baik kerja sama pendidikan yang telah dilaksanakan dan berharap ke depannya tersedia pula beasiswa bagi warga Gambia untuk mempelajari ilmu Islam. Selain itu, Presiden Yahya Jammeh juga mengusulkan pengiriman dosen Indonesia ke perguruan tinggi di Gambia sebagai dosen tamu.

Selain kerja sama pada tingkat bilateral, juga dibahas kerja sama kedua negara di tingkat multilateral yang disebut telah berjalan dengan baik. Presiden Yahya Jammeh juga menyatakan bahwa saat ini yang menjadi fokus perhatiannya adalah kerja sama Selatan-Selatan. Oleh karena itu Presiden Yahya Jammeh berharap kerja sama Indonesia dan Gambia dapat menjadi model bagi pola hubungan kerja sama Selatan-Selatan. {jcomments on}

Dwitri Waluyo
23-07-2012 13:30