Main Menu

Pesawat EgyptAir rute Paris-Kairo Hilang di Laut

Dani Hamdani
19-05-2016 12:46

Pesawat EgyptAir hilang di Laut Tengah, Kamis, 19 Mei 2016, pukul 2.45 dinihari. (GATRAnews/FLIGHTRADAR24.COM)

Jakarta, GATRANews - Kabar duka bagi industri penrbangan kembali datang pada Kamis pagi ini. Maskapai nasional Mesir EgyptAir menyatakan pesawatnya yang membawa 59 penumpang dan 10 awak yang tengah terbang dari Paris menuju Kairo hilang dari pantauan radar di atas Laut Mediterania atau Laut Tengah.

 

Pesawat Airbus A320 itu sangat mungkin jatuh di laut, ujar Ihab Raslan, juru bicara Badan Penerbangan Mesir, pada SkyNews Arabia.

 

Raslan menyatakan pesawat baru saja memasuki kawasan udara Mesir ketika hilang dari radar. Pesawat itu, seperti dilaporkan kantor berita AP, telah masuk 10 mil (16 kilometer) kawasan udara Mesir. 

 

EgyptAir Flight 804 itu hilang dari radar pada Kamis pukul 2:45 dini hari, waktu setempat. Pesawat terbang pada ketinggian 37.000 kaki saat hilang.

 

Otoritas bandara Paris dan Badan penerbangan sipil Prancis belum memberikan tanggapan atas kejadian tersebut.

 

 

Pesawat AgyptAir pada Maret lalu dibajak oleh seorang pria dan dipaksa mendarat di Siprus. Pria yang bercerai dan ingin rujuk kembali dengan istrinya di Siprus itu dinyatakan terganggu kejiwaan.

 

Insiden lain penerbangan Mesir adalah pesawat sipil Rusia meledak di udara kawasan Lembah Sinai pada 31 Oktober 2015. Peristiwa yang merengut 224 nyawa itu, menurut penyelidikan Moskow karena bahan peledak dalam pesawat. Kelompok garis keras Islam ISIS mengklaim sebagai pelaku serangan tersebut.

 

Pada 1999, EgyptAir dengan nomor penerbangan 1990 jatuh di Samudera Atlantik dekat Pulau Massachusetts di Nantucket, Amerika Serikat, yang menewaskan 217 orang. Hasil investigasi Amerika Serikat menyimpulkan co-pilot pesawat mematikan fungsi autopilot dan menukikkan pesawat Boeing 767 hingga kandas di laut. Tapi pejabat Egyptian menyangkal kesimpulan aksi bunuh diri tersebut dan menyatakan kerusakan mekanik sebagai penyebab kecelakaan.


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
19-05-2016 12:46