Main Menu

250 Perempuan Afrika Akan Daki Gunung Kilimanjaro, Teriakan Hak Mereka

Dani Hamdani
15-08-2016 13:29

Dar es Salaam, Tanzania, GATRANews - Lebih dari 250 perempuan yang tersisihkan di Afrika pada penghujung tahun ini akan mendaki Gunung Kilimanjaro untuk mendorong hak perempuan dalam mengakses sumber daya alam.

 

"Pendakian ke puncak gunung tertinggi di Afrika menandakan tekad perempuan untuk sepenuhnya mewujudkan hak mereka, terutama hak bagi kepemilikan tanah," kata Grace Kisetu, pejabat di Program Jaringan Gender Tanzania (TGNP), Minggu (14/8).

 

Gunung Kilimanjaro adalah gunung tertinggi di Afrika dan bahkan salah satu puncak tertinggi di dunia. Puncak Gunung Kilimanjaro disebut Puncak Uhuru dan berada pada ketinggian 5.895 meter di atas permukaan laut.

 

Menurut Kisetu, ekspedisi tiga hari menuju puncak Afrika yang dinamakan Gagasan Kilimanjaro akan diikuti oleh perempuan dari segala lapisan kehidupan di benua itu. Mereka akan menghadapi udara dingin yang menggigit tulang dan jalur terjal.

 

"Perempuan dari lima wilayah Benua Afrika akan berjuang melawan udara dingin yang menggigit tulang untuk menyampaikan rasa haus mereka bagi perubahan dan berteriak bagi hak mereka," katanya seperti dilaporkan Antara.

 

Aktivis perempuan itu mengatakan pendakian Kilimanjaro juga akan dilakukan berbarengan dengan simposium mengenai hak tanah bagi perempuan.

 

Kisetu mengatakan hak tersebut akan berfungsi sebagai jalan untuk menyampaikan keluhan mereka dan ekspresi mengenai kepemilikian atas tanah serta juga menarik perhatian untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

 

Kisetu mengatakan perempuan yang tersisihkan itu akan berasal dari bagian selatan, timur, barat, tengah dan utara Benua Afrika bagi pendakian Gunung Kilimanjaro dan simposium.

 

"Ini akan menjadi peristiwa besar buat perempuan Afrika dalam memperjuangkan hak untuk kebebasan kami," tambah Kisetu.


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
15-08-2016 13:29