Main Menu

75 Ribu Anak Di Nigeria Terancam Kelaparan

Sandika Prihatnala
30-09-2016 06:25

Anak-anak Nigeria (AFP/Stefan Heunis /yus4)

Nigeria, GATRAnews, - Krisis yang melanda Nigeria membuat sekitar 75.000 anak - anak kelaparan. Hal ini diperburuk dengan melonjaknya harga makanan yang disertai kelangkaan cadangan makanan. JIka tak segera mendapat bantuan, anak - anak tak berdosa itu berpotensi kehilangan nyawanya. 

 

 

Ancaman tersebut, mereupakan dampak dari Keberadaan kelompok Boko Haram yang melakukan pemberontakan. Aksi pemberontakan yang suda\h berlangsung selama 7 tahun ini memaksa dua juta orang mengungsi, dan sudah 15,000 orang kehilangan nyawa.

 

Namun, meski pada akhirnya Boko Haram berhasil didepak keluar dari wilayah yang mereka duduki di hutan luas Sambisa di timur laut wilayah NIgeria dalam beberapa bulan terakhir. Ancaman berikutnya masih menghantui, yakni bencana kelaparan.

 

Untuk menangani hal itu, badan PBB yang bertugas menangani urusan pengungsi, UNICEF segera melancarkan bantuan di kantong - kantong pengungsian. Demi kelancaran bantuan, PBB mendesak militer Nigeria agar mendampingi para petugas pemberi bantuan untuk mengatasi krisis kelaparan.

 

"Sebanyak 75.000 anak berada di tiga negara bagian, yakni Borno, Yobe dan Adamawa," kata juru bicara UNICEF Patrick Rose seperti dikutip dari Reuters. Menurut UNICEF, anak - anak merupakan pihak yang paling terdampak dari krisis. 400.000 anak balita akan mengalami kekurangan gizi yang sangat parah di wilayah-wilayah itu. 

 

Sementara lebih dari empat juta orang, kata UNICEF, juga menghadapi kerawanan pangan yang sangat buruk. Untuk itu, UNICEF telah meningkatkan jumlah permintaan bantuan dari 55 juta dolar AS (Rp714 miliar) menjadi 115 juta dolar (Rp1,49 triliun). 

 

Dana tersebut akan digunakan untuk membantu anak-anak yang mengalami malnutrisi di wilayah itu, yang sudah hampir kehabisan pangan.  UNICEF mengatakan bahwa sejauh ini dana sumbangan yang sudah diterima pihaknya baru sebesar 28 juta dolar (Rp363 miliar). 


 

 

Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
30-09-2016 06:25