Main Menu

Kejutan A la Donald Trump di Gambia

Rosyid
05-12-2016 17:49

Donald Trump (AFP/Jay La Prete/HR02)

Banjul, GATRANews - Kejutan-demi kejutan datang dari pemilu presiden Gambia. Kejutan yang mirip-mirip dengan kemenangan Donald Trump di negara berpenduduk 1,5 juta di tepi Atlantik.

Pemilu Presiden 1 Desember kemarin melahirkan kejutan karena Yahya Jammeh, presiden yang berkuasa selama 22 tahun terakhir kalah. Penguasa yang mendapatkan kekuasaan lewat kudeta tak berdarah 22 tahun lalu itu mendapatkan 212,099 (36.7%) suara. Kandidat dari kelompok oposisi, Adama Barrow 263,515 (45.5%) suara. Sedangkan kandidat ketiga Mama Kandeh 102,969 (17.8%) suara.

Kejutan kedua, Jammeh, 51, menerima kekalahan ini dan segera menyiapkan proses perpindahan kekuasaan.Keputusan Jammeh ini memutus tradisi kekerasan setiap kali terjadi transisi kekuasaan sejak merdeka dari Inggris tahun 1965. Hukum di Gambia menyebutkan masa transisi lamanya 60 hari. Dengan demikian pengusaha properti Adama Barlow, akan menjadi presiden mulai Januari tahun depan.

"Saya sangat, sangat gembira.  Saya senang sekali bisa memenangkan pemilu ini dan sekarang harapan baru dimulai," kata Barrow kepada BBC.

Kemenangan Barrow-yang tidak pernah memegang jabatan publik, sama seperti Donald Trump-  menanjikan pemulihan ekonomi. Kondisi ekonomi buruk mendorong rakyat negeri itu menyebrang ke Eropa.

Sejak pemilu hingga hari ini, Senin (5/12) belum memberikan pernyataan terbuka tentang hasil pemilu itu.  Namun menurut Barrow, Presiden sudah menelponnya dan mengatakan menerima kekalahan dan memberi selamat.  Presiden Jammeh juga meminta penerusnya untuk mengatur waktu bertemu dengannya  dan mengatur proses transisi.

Kemenangan Barrow -yang didukung 7 partai oposisi- akan membuka hubungan yang lebih harmonis dengan barat. termasuk masuk kembali ke kelompok negara-negara pesemakmuran Inggris.



Editor: Rosyid

Rosyid
05-12-2016 17:49