Main Menu

Salju di Sahara Diabadikan Fotografer Amatir Karim Bouchetata

Dani Hamdani
24-12-2016 14:26

Jakarta, GATRAnews – Karim Bouchetata mengaku sebagai orang yang beruntung, berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat. Jepretan Salju di Gurun Sahara yang kering, karya fotografer amatir ini mendunia pekan ini. Beberapa foto indah salju yang menutupi gurun sahara di Ain Sefra, dataran tinggi di Aljazair itu memang peristiwa langka. Sudah hampir 40 tahun salju terakhir turun di kawasan yang disebut sebagai Gerbang Menuju Sahara tersebut.

 

Pada Senin, 19 Desember itu, Karim sedang melakukan perjalanan ke  kawasan pegunungan di sebelah utara gurun Sahara yang terbentang di Afrika Utara tersebut.

 

“Semua orang terpana melihat salju turun di gurun pasir, sungguh kejadian langka,” ujar Karim seperti dilaporkan The Independent.

 

“Sungguh mengagumkan melihat salju putih jatuh di hamparan pasir dan menciptakan pemandangan indah,” ujarnya.

 

Foto foto Karim menunjukkan warna putih dan orange pasir, hamparan pegunungan berwarna putih bercampur dengan warna cokelat  pasir.

 

“Salju salju itu bertahan sehari dan sekarang sudah meleleh dan hilang,” ujarnya.

 

Ain Sefra, ditemukan pertama kali pada 1881 dan dijadikan basis pertahanan tentara Perancis. Terletak  di ketinggian 1.078 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh pegunungan Atlas yang menjadi benteng utara Gurun Sahara. 

Sahara merupakan gurun panas terluas di dunia, dan luasnya lebih dari sembilan juta kilometer persegi, mencakup sebagian besar kawasan Afrika Utara. 


Wilayah itu merupakan salah satu tempat terkering di Bumi, dan juga yang terpanas, dengan suhu bisa mencapai 37 derajat Celcius di musim panas dan dingin membekukan hingga minus 10 derajat celsium di musim dingin.

 

Namun salju tak pernah mampir di Ain Sefra, sejak badai salju terakhir pada Februari 1979, atau hampir 40 tahun silam.


Editor: Dani Hamdani

Dani Hamdani
24-12-2016 14:26