Main Menu

Maroko Larang Burka, Ulama Sediakan Gratis

Rosyid
13-01-2017 13:40

Rabat, GATRANews -  Keputusan Pemerintah Maroko untuk melarang penjualan, produksi dan impor burka memantik kontroversi di negara yang dibatasi Samudra Atlantik dan Laut Mediterania itu.

 

Ada yang menilai larangan itu membatasi kebebasan wanita memlih pakaian. Ada yang menyambutnya sebagai langkah yang tepat untuk mencegah masuknya pemahaman-pemahaman yang berbeda dengan warisan keagamaan kerajaan itu. 

Ulama terkemuka Sheikh Mohamad Fizazi  berpendapat larangan itu dibenarkan karena burka adalah budaya bangsa lain, bukan Maroko. Sementar ulama lain, Sheikh Abdelhamid Abounaim justru mendukung penggunaan burka dan akan menyediakan pakaian ini secara gratis bagi yang membutuhkannya seperti yang dilaporkan The Independent (13/1).

Informasi pelarangan ini bersumber pada salah satu artikel di situs berita lokal Le360. Situs berbahasa Prancis ini mengutip sumber anonim pejabat pemerintah Maroko. "Kami mengambali langkah untuk melarang sepenuhnya impor, produks dan pemasaran jenis pakaiann ini di semua kota dan daerah di kerajaan ini." 

Menurut laman The Telegraph, surat keputusan itu dikirim ke para pemasok besar pada pekan ini dan mereka hanya diberi  waktu 48 jam untuk menghabiskan stoknya. Alasan pelarangan itu belum jelas benar, diperkirakan terkait faktor keamanan karena burka menutup selutruh tubuh termasuk wajah.

Raja Mohammed VI yang berkuasa di Maroko sudah mengatkaan akan mendukung Islam moderat dan bertekad menindas terorisme yang tumbuh di negera yang budayanya merupakan paduan antara Afrika, Arab dan Eropa. "Mereka yang melakukan tindakan terorisme atas nama Islam, mereka bukan muslim," tegasnya dalam sebuah pidato, akhir Agustus lalu seperti ditulis laman telegraph. "Mereka sudah menyimpang dari Islam dan akan terbenam selamanya di neraka."

Diperkirakan 1500 orang Maroko bertempur di Suriah dan Iraq. 220 orang kemudian dipenjara ketika kembali pulang.

Kebanyakan wanita di kerajaan itu memang lebih suka menggunakan hijab ataupun niqab. Niqab mirip Burka, tapi masih menyisakan bagian terbuka di kedua belah mata. Burka benar-benar tertutup, hanya menyisakan bagian mata yang ditutup dengan jaring-jaring.


Editor: Rosyid

Rosyid
13-01-2017 13:40