Main Menu

Prajurit Indonesia Tertangkap di Darfur

Rosyid
23-01-2017 16:11

Darfur, GATRAnews -  Pemerintah negara bagian Darfur Utara menangkap pasukan Indonesia yang tergabung dan misi penjaga perdamaiann di Darfur (United Nations African Mission In Darfur/UNAMID). Penangkapan dilakukan pada Jumat (20/1) waktu setempat di bandara Al Fashir, Sudan. Mereka mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi.

Informasi yang dikumpulkan menyebutkan berbagai senjata dan amunisi yang diselundupkan meliputi 29 senapan Kalashnikov, 4 senapan, 6 senapan GM3 dan 61 berbagai jenis pistol, dan juga berbagai amunisi dalam jumlah besar. 

Deputi Gubernur Darfur Utara Mohamed Hasab al-Nabi mengatakan kepada Sudan Tribune bahwa pasukan keamanan di bandara El-Fasher, pada hari Kamis menyita sejumlah besar senjata dan amunisi yang dimiliki korps UNAMID.

”Pasukan UNAMID itu meninggalkan lokasi setelah menyelesaikan penungasannya sesuai jadwal. Berdasarkan informasi yang diperoleh pasukan keamanan kami, senjata dan amunisi ditemukan bersama dengan beberapa bahan lain yang terlihat seperti debu dan batu,” katanya. 

Sementara itu, dalam siaran persnya, UNMAID membenarkan insiden penangkapan dan penyitaan senjata itu. 

“Sejumlah senjata dan barang-barang yang berhubungan dengan militer ditemukan oleh pihak Keamanan UNAMID di beberapa bagasi check-in, selama rotasi kontingen UNAMID di bandara El- Fasher," bunyi pernyataan UNMAID.

Dalam pernyataan singkat, UNAMID menegaskan bahwa mereka bekerjasama dengan pemerintah Sudan dan meluncurkan penyelidikan. 

Indonesia mengirimkan pasukan dari unsur TNI dan Polri yang tergabung dalam Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-B/UNAMID.

Misi penjaga perdamaian di Darfur mulai Desember 2007 dengan mandat mengakhiri kekerasan pada warga sipil. UNAMID adala pasukan perdamaian terbesar kedua di dunia dengan anggaran USD 1,35 miliar dengan 20.000 orang prajurit.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
23-01-2017 16:11