Main Menu

Ulama Mesir Akan Diadili Karena Menistakan Agama Lain

Tian Arief
12-05-2017 15:05

Dr Salem Abdel Galil. (Twitter/@SalemAbdelGalil/FT02)

Kairo, GATRAnews - Salem Abdel Galil, ulama dari Mesir, pada Kamis (11/5), mendapat larangan khutbah dari pemerintahnya. Selain itu, mantan pejabat kementrian keagamaan negeri piramid itu akan menghadapi persidangan, karena dalam ceramahnya dia mengatakan bahwa orang Kristen (Nasrani) dan Yahudi mengikuti agama yang korup dan tidak akan masuk surga.

Menurut laporan kantor berita AFP, yang dikutip Antara, di Jakarta, Jumat (12/5), ujaran itu disampaikannya dalam acara televisi mesir, sehingga memicu reaksi warga di negara yang salah satu gereja Koptiknya baru saja menghadapi serangan kaum radikal itu.

Kementerian keagamaan, yang mengontrol masjid di negara itu, mengatakan bahwa Abdel Galil tidak akan diizinkan menyampaikan khutbah salat Jumat, kecuali dia mencabut kembali perkataannya.

Sementara itu, Naguib Gobrail, seorang pengacara sekaligus aktivis Kristen Koptik, mengatakan, pengadilan dijadwalkan menggelar sidang pada 24 Juni mendatang untuk meninjau pengaduannya mengenai sang ulama.

"Ini adalah fitnah agama dan mengancam kesatuan Mesir,” ujar Gobrail, merujuk pada undang-undang yang menghukum penghinaan terhadap agama yang telah digunakan, untuk menghukum baik umat kristiani atau muslim.

Abdel Galil mengkritik ulama yang mengatakan bahwa orang Kristen dan Yahudi adalah "orang beriman". Lembaga penyiaran swasta Mehwar, yang menyiarkan pernyataan Abdel Galil itu, kemudian meminta maaf.

Komentarnya mendorong Kementerian Agama untuk "melarang dia naik ke mimbar kecuali dia menyelesaikan kekacauan dan ketegangan akibat komentarnya" menurut pernyataan kementerian pada Rabu. Abdel Galil, pada Kamis kemarin meminta maaf mengenai pernyataannya.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
12-05-2017 15:05