Main Menu

Presiden Zimbabwe, Mugabe : Diktator Terlama dan Tertua Itu Mengundurkan Diri

Birny Birdieni
22-11-2017 00:19

Rakyat Zimbabwe turun ke jalanan di Harare pasca mundurnya Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, 21/11. (AFP/MUJAHID SAFODIEN/FT02)

Harare, Zimbabwe, Gatra.com- Setelah berkuasa 37 tahun sejak kemerdekaan Zimbabwe 1980 lalu, Robert Mugabe akhirnya mengundurkan diri sebagai Presiden Zimbabwe, Selasa (21/11). Ini dilakukan setelah desakan pemakzulan dari parlemen akan dirinya menguat. 

 

Pemakzulan Mugabe dilakukan karena ia dinilai sebagai sumber ketidakstabilan di ZImbabawe. Juga telah menyebabkan terjadinya kemerosotan ekonomi dalam 15 tahun terakhir ini. 

 

Dua hari lalu, Kepala negara tertua berusia 93 tahun itu sempat menolak mundur. Sikap bersikukuh pemimpin otoriter terpanjang di Afrika itu bahkan setelah partai politiknya, ZANU-PF mengusirnya secara resmi. 

 

Namun sikap Mugabe melunak setelah muncul upaya pemakzulan secara konstitusional yang belum pernah diuji sebelumnya. Ia mengatakan kalau pengunduran dirinya tersebut sebagai upaya untuk kesejahteraan rakyat Zimbabwe. Juga butuh peralihan kekuasaan yang berlangsung secara damai.

 

Seorang sumber mengatakan kepada CNN kalau Mugabe kemungkinan akan menegosiasikan kembali beberapa syarat atas kemundurannya. Salah satunya adalah imunitas akan dia dan istrinya. Juga hak untuk tetap diperbolehkan memegang beberap propertinya. 

 

Menyambut pengunduran diri Mugabe, parlemen pun bersorak gembira. Para warga kota pun ramai di jalan-jalan ibukota Harare. Di Harare Unity Square, ratusan orang berkumpul setelah berita pengunduran diri tersebut tersebar.

 

Secara konstitusi Zimbabwe menyebutkan kalau seorang presiden bisa disingkirkan dari jabatannya karena melakukan kesalahan serius, melanggar konstitusi atau dinilai tidak mampu menjalankan tugas karena ketidakmampuan fisik atau mental.

 

Komite pun harus melakukan investigasi dan memberikan bukti. Namun bukan lewat cara itu, parlemen akhirnya melakukan pemakzulan setelah dua per tiga suara di masing-masing dua majelis legislatif menghendaki hal tersebut. 

 

Sebelumnya Politisi Emmerson Mnangagwa yang memimpin pengambilalihan militer Zimbabwe telah berupaya memecah kebisuan dengan mendesak Mugabe mengundurkan diri. Namun mantan wakil presiden ini belum terlihat di depan umum sejak meninggalkan Zimbabwe ke Afrika Selatan pada 6 November lalu.

 

Mnangagwa menolak undangan presiden untuk kembali melakukan perindungan ke Harare. Pria 75 tahun itu takut akan keamanan pribadinya. "Saya mengatakan kepada presiden bahwa krisis politik dan konstitusional saat ini bukanlah masalah antara dia dan saya sendiri. Tapi antara rakyat Zimbabwe dan Presiden Mugabe," katanya dilansir dari New York Times.

 

Setelah presiden mundur, posisi dia akan digantikan oleh wakilnya. Namun karena Mnangagwa telah dipecat, maka kekuasaan kemungkinan akan diberikan kepada Ketua Parlemen, Jacob Mudenda. 


 

Editor : Birny Birdieni

  

Birny Birdieni
22-11-2017 00:19