Main Menu

NTC: Mutassim Qaddafy Bersembunyi di Rumah Sakit Sirte

Edward Luhukay
04-10-2011 08:23

Pertempuran di Sirte, Libya (REUTERS/Asmaa Waguih)Aljir - Mustassim, putra Muammar Qaddafy, bersembunyi di sebuah rumah sakit di kota asal ayahnya, Sirte, kata seorang juru bicara pemerintah sementara Libya NTC di sebuah saluran televisi, Senin (3/10).

"Revolusioner kami (di Sirte) memerangi mereka yang menjadi kaki-tangan penguasa kejam dalam kejahatan terhadap rakyat Libya," kata Ahmed Bani kepada televisi Libya yang bermarkas di Doha, lapor Reuters.

"Mereka adalah sekelompok pembunuh dan prajurit bayaran yang dipimpin Mutassim Qaddafy yang kini berada di Rumah Sakit Ibn Sina di Sirte untuk menghindari serangan, menurut informasi yang baru diterima," katanya.

Pasukan yang setia pada pemerintah sementara Libya NTC berperang dalam upaya menguasai lagi Sirte dari para pendukung Qaddafy.

Pada akhir September, Mussa Ibrahim, juru bicara Muammar Qaddafy, dikabarkan ditangkap di luar kota asal orang kuat Libya itu.

Ibrahim menjadi juru bicara rejim Qaddafy sampai gerilyawan NTC menguasai Tripoli pada 23 Agustus.

Meski melarikan diri dari Tripoli bersama penguasa yang terguling itu, Ibrahim terus mengeluarkan pernyataan-pernyataan melalui televisi Arrai yang berkantor di Suriah dari sebuah tempat yang dirahasiakan.

Keberadaan Qaddafy hingga kini tidak diketahui secara jelas. Dari tempat persembunyiannya, Qaddafy berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan perang, ketika semakin banyak negara mengakui Dewan Transisi Nasional (NTC) sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.

Dewan itu kini sedang dalam proses memindahkan pemerintah mereka ke Tripoli dari markas sebelumnya di Benghazi, setelah mencapai kemenangan-kemenangan atas pasukan Qaddafy.

NTC, yang mengatur permasalahan kawasan timur yang dikuasai pemberontak, sejauh ini melobi keras untuk pengakuan diplomatik dan perolehan dana untuk mempertahankan perjuangan berbulan-bulan dengan tujuan mendongkel pemimpin Libya Muammar Qaddafy.

Negara-negara besar yang dipelopori AS, Prancis dan Inggris membantu mengucilkan Qaddafy dan memutuskan pendanaan dan pemasokan senjata bagi pemerintahnya, sambil mendukung dewan pemberontak dengan tawaran-tawaran bantuan.

Kelompok pemberontak Libya kini telah memasuki Tripoli dan rezim Qaddafy telah dianggap jatuh oleh banyak kalangan.

Negara-negara yang telah mengakui NTC sebagai perwakilan sah rakyat Libya antara lain Cina, Rusia, Mesir, Chad, Turki, Uni Emirat Arab, Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Gambia, Italia, Yordania, Malta, Qatar, Senegal, Spanyol, dan AS.

Qaddafy, 68 tahun, merupakan pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa. Qaddafy bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak. [EL, Ant]

Edward Luhukay
04-10-2011 08:23