Main Menu

Mahasiswa Senegal Tuntut Ilmu ke Indonesia

Nur Hidayat
29-08-2013 06:58

Dakar, GATRAnews - “Selamat atas terpilihnya sebagai penerima beasiswa dari Pemerintah Indonesia. Semoga sukses dalam menjalani program studi di Indonesia” kata Duta Besar LBBP RI untuk Senegal, Andradjati, yang didampingi Fungsi Penerangan dan Sosbud, Rheinhard Sinaga, ketika menerima sejumlah mahasiswa Senegal yang akan belajar di Indonesia.

 

Mereka adalah tiga orang penerima Beasiswa Darmasiswa (Beasiswa Budaya) Kemdikbud RI, yakni Dibor Khadija Diouf, Tabara Diene, dan Serigne Mouhamadou Mansour Sy Ndiaye, serta satu orang penerima Beasiswa Program S-2 Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Kemdikbud RI, Fatou Bintou Diatta, di kantor KBRI Dakar, Senegal, Rabu (28/8). “I am happy to go to Indonesia!” kata Dibor Khadija Diouf, yang akan belajar bisnis manajemen internasional di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

 

Selain Dibor, Tabara Diene juga akan belajar bisnis manajemen internasional di kampus yang sama, sedangkan Serigne Mouhamadou Mansour Sy Ndiaye akan belajar di Universitas Islam Negeri Jakarta, bidang Studi Islam. Fatou Bintou Diatta, yang pada 2012-2013 mengikuti program Beasiswa Darmasiswa di Universitas Negeri Jakarta, mengungkapkan dalam bahasa Indonesia yang fasih, “Saya senang sekali bisa sekolah lagi ke Indonesia”.

 

Fatou akan belajar literatur dan budaya di Universitas Airlangga selama dua tahun dalam Program S-2 KNB. “Saya pilih Universitas Airlangga, karena saya suka Surabaya. Saya pernah ke Surabaya”, katanya. Tabara Diene dan Fatou Bintou Diatta pernah belajar Bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Dakar bekerjasama dengan Institut Supériur de Managément (ISM) Dakar sejak 2008.

 

Bahasa Indonesia telah menjadi mata kuliah pilihan di ISM. Sampai dengan saat ini, terdapat lebih dari 400 orang mahasiswa ISM yang belajar bahasa Indonesia.

 

Pada pertemuan dengan peserta beasiswa ini, disajikan hidangan nasi goreng, yang mirip dengan makanan khas Senegal, thiebou diéne. Bedanya, nasi goreng pakai lauk ayam atau telur, thiebou diéne lauknya ikan. Peserta beasiswa menyatakan suka makan nasi goreng Indonesia. Peserta juga dibekali leaflet informasi tentang Indonesia dan majalah yang diterbitkan KBRI Dakar, Nouvelles d’Indonesie.

 

Dubes Andradjati juga memberikan kopiah hitam kepada Mansour Sy Ndiaye sebagai kenang-kenangan. Selain dari Senegal, ada dua orang lainnya yang menerima Beasiswa KNB 2013/2014 dari negara rangkapan KBRI Dakar, yakni Makan Sacko, peserta dari Mali, yang akan belajar linguistik di Universitas Negeri Yogyakarta dan Alhaji Sekhu Sankoh, dari Sierra Leone, yang akan belajar teknologi informasi di Institut Teknologi Surabaya.

 

Pemberian beasiswa ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan yang lebih baik dengan Senegal dan negara-negara rangkapan KBRI Dakar, khususnya dalam bidang pendidikan. Diharapkan melalui pemberian beasiswa ini, para alumni lulusan universitas di Indonesia dapat membantu untuk lebih memperkenalkan Indonesia sekaligus meningkatkan people-to-people-contact. Pada akhir program, para peserta diminta untuk membuat laporan kepada KBRI Dakar sebagai feedback terhadap pelaksanaan program beasiswa di Indonesia. (Nhi/KBRI Dakar)

Nur Hidayat
29-08-2013 06:58