Main Menu

Qaddafy Tak Melawan Saat Ditangkap

Edward Luhukay
21-10-2011 16:52

Seorang Pria Memotret Jenazah Muammar Qaddafy (REUTERS/Thaier al-Sudani)Tripoli - Kepala Komite Eksekutif Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya, Mahmoud Jibril, Kamis (20/10), mengatakan bahwa Muammar Qaddafy, pemimpin yang ditumbangkan, tidak melawan ketika ia ditangkap pada pagi di kota kelahirannya Sirte.

Qaddafy meninggal karena luka-lukanya sekitar tengah hari, Kamis (20/10), setelah ditemukan mencoba melarikan diri dari sekelompok tentara NTC di kota Libya barat Misrata di Sirte, sekitar 450 kilometer sebelah timur Tripoli.

Pada konferensi pers, Kamis (20/10) malam, di Tripoli, Jibril mengatakan, Qaddafy ditarik keluar dari lubang drainase di Sirte pada Kamis (20/10) pagi, dan "benar-benar dalam kesehatan yang baik" ketika ditangkap oleh para tentara NTC.

Mengenakan pakaian dan celana panjang, dengan bersenjatakan pistol, Qaddafy, mantan penguasa negara Afrika Utara itu tidak melawan penangkapan tersebut, kata Jibril kepada wartawan.

Qaddafy ditembak oleh peluru di tangan kanannya pada saat akan dikirim ke sebuah truk pick-up NTC.

Jibril menekankan, Qaddafy tidak menderita cedera lainnya sebelum truk bergerak.

Tapi ketika kendaraan mulai bergerak, terjadi "baku-tembak antara kaum revolusioner dan tentara loyalis (Qaddafy)". Pada saat itu Qaddafy tertembak dan terluka di kepalanya, kata Jibril, tanpa mengkonfirmasi siapa penembaknya, apakah oleh para pejuang NTC atau pasukan Qaddafy.

Jibril juga menjelaskan, dokter mengatakan tidak ada tanda-tanda pukulan atau luka memar di wajah Qaddafy, yang masih hidup beberapa menit sebelum kedatangannya di rumah sakit.

Jibril, yang telah berulang kali membantah hubungannya dengan pemerintah sementara Libya mendatang, menjelaskan bahwa para dokter forensik telah mengumpulkan sampel DNA atas Qaddafy.

Laporan tersebut, kata Jibril, akan dilampirkan dengan gambar-gambar untuk diserahkan kepada Mahkamah Pidana Internasional.

Selain itu Jibril juga menambahkan, tubuh Qaddafy mungkin dikuburkan di Libya atau di luar negeri di lokasi yang dirahasiakan.

Putra keempatnya, Mutassim Qaddafy, juga meninggal karena luka parah di kepalanya di Sirte, kata Jibril.

Mutassim juga terluka di punggung dan leher, katanya menambahkan.

Sebelumnya pada hari itu, Jibril mengatakan pada konferensi pers di Tripoli bahwa pembebasan Libya akan diumumkan malam ini atau Jumat.

Tapi Mohamed Elsaih, seorang pejabat senior NTC, mengatakan kepada wartawan pada Kamis (20/10) malam bahwa pengumuman itu akan dilakukan pada Sabtu (22/10) di Benghazi, kota kedua terbesar di Libya dan tempat lahir protes anti-Qaddafy pada awal tahun 2011. [EL, Ant]

 

Edward Luhukay
21-10-2011 16:52