Main Menu

Qaddafy Ancam Akan Serang Eropa

Edward Luhukay
03-07-2011 10:37

Muammar Qaddafy (Yahoo! News/AP Photo/Ben Curtis)Tripoli - Pemimpin Libya Muammar Qaddafy, yang menghadapi pemberontakan dan pemboman Barat, mengancam akan melancarkan serangan di Eropa, jika NATO tak menghentikan serangan udara terhadap pemerintahnya.

Qaddafy mengeluarkan pernyataan itu Jum`at (1/7) melalui telepon kepada ribuan pendukungnya yang berkumpul di Lapangan Hijau di ibu kota Libya, Tripoli.

"Kami dapat memperlakukan kalian dengan cara yang sama," kata Qaddafy, sebagaimana dilaporkan Xinhua, seperti dilansir Antara di Jakarta, Sabtu. Qaddafy merujuk kepada aksi udara NATO yang ditujukan kepada pasukan pemerintah Sejak Maret.

Pemimpin Libya itu juga mencela surat penangkapan terhadap dia yang dikeluarkan pada Senin (27/7) oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

ICC mengeluarkan surat penangkapan buat pemimpin Libya Muammar Qaddafy, putranya Said al-Islam dan Kepala Dinas Intelijen Abdullah al-Senussi, dengan tuduhan peran mereka dalam penindasan terhadap pemberontak. Menurut ICC, banyak warga sipil dibunuh dalam aksi tersebut oleh pasukan Libya.

Negara besar dunia --Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis-- mulai melancarkan serangan udara dan laut pada 19 Maret terhadap pasukan yang setia kepada Qaddafy. Sebelumnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mensahkan resolusi untuk memberlakukan zona larangan terbang di wilayah udara Libya dan mensahkan "semua tindakan yang mungkin" guna melindungi warga sipil di Libya.

NATO secara resmi mengambil-alih komando dan kendali penuh atas operasi militer terhadap Libya dari Amerika Serikat pada 31 Maret 2011.

Pada pekan lalu, Uni Afrika menyampaikan rencana kepada pemberontak dan pemerintah Libya untuk mengakhiri konflik mereka, dan segera melakukan pembicaraan tanpa pemimpin Libya Muammar Qaddafy, kata presiden Afrika Selatan.

Para pemimpin Afrika mendukung peta jalan perdamaian setelah pembicaraan pada pertemuan puncak mereka di ibu kota Equatorial Guinea, dengan pusat pembicaraan berupa rencana peletakan langkah bagi dialog, gencatan senjata nasional dan peralihan menuju demokrasi.  [EL, Ant]

Edward Luhukay
03-07-2011 10:37