Main Menu

Indonesia Dorong OKI Jadi Garda Terdepan Dialog Antar Agama & Keyakinan

Nur Hidayat
11-12-2013 14:18

Conakry, GATRAnews - Melalui dialog antar agama dan keyakinan, OKI dapat menunjukkan pada dunia bahwa Islam adalah agama yang mengedepankan perdamaian dan toleransi. Melalui perdamaian, peluang bagi pembangunan ekonomi dan sosial pun akan semakin terbuka lebar.

 

Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Wardana, pada Konferensi Tingkat Menteri ke-40 Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang diselenggarakan di Conakry, Republik Guinea, pada tanggal 9 – 11 Desember 2013.

 

“Sebagai negara yang kaya akan keragaman, dialog telah menjadi bagian dari kehidupan bernegara di Indonesia untuk memperkuat harmoni dan toleransi. Untuk semakin memperkuat inisiatif di tingkat nasional, Indonesia senantiasa mendorong dialog antar budaya dan keyakinan pada tingkat regional maupun global” jelas Wamenlu yang sekaligus menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah “the 6th Global Forum of the United Nation’s Alliance of Civilizations” pada tahun 2014.

 

Global Forum tersebut akan dimanfaatkan untuk menegaskan kembali pentingnya prinsip-prinsip toleransi dan harmoni. Pada kesempatan tersebut, Wamenlu juga menyerukan kembali perlunya situasi di Suriah diselesaikan melalui solusi politik damai dan inklusif, termasuk melalui Konferensi Jenewa II yang rencananya akan diselenggarakan awal tahun 2014. “Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Suriah lebih dari dua tahun, harus segera diakhiri” tegas Wamenlu.

 

Pertemuan ini juga secara khusus mengalokasikan sesi untuk membahas langkah – langkah praktis yang dapat dilakukan OKI untuk menanggapi pelanggaran serius yang dilakukan oleh Israel terhadap kota Al-Quds Al-Sharif, khususnya tindakan yang dinilai merusak kesucian Mesjid Al-Aqsa dan pembangunan permukiman Yahudi di kota tersebut.

 

Dalam kaitan ini, Wamenlu menegaskan bahwa Kebijakan Israel terhadap kota tersebut tidak dapat diterima dan harus dihentikan. “Indonesia mengusulkan agar pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel terhadap Al-Quds Al-Sharif dan Mesjid Al-Aqsa dapat segera dibahas di forum yang tepat di PBB guna mendapatkan dukungan politik dari dunia internasional” lanjut Wamenlu.

 

Usul Indonesia ini mendapat dukungan negara-negara anggota OKI. KTM ke-40 OKI dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Guinea, Prof. Alpha Conde, (9/12) dengan mengangkat tema “Dialogue of Civilizations, Factor for Peace and Sustainabe Development”. OKI beranggotakan 57 negara termasuk Indonesia. (Nhi)

Nur Hidayat
11-12-2013 14:18