Main Menu

Mesir: Ikhwanul Muslimin Kelompok Teroris

Tian Arief
26-12-2013 13:11

Kairo, GATRAnews - Pemerintah Mesir yang didukung rezim militer, pada Rabu (25/12), menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin (IM), yang merupakan kelompok pendukung Presiden terguling Mohamed Moursi, adalah sebuah kelompok teroris. Mesir melarang semua kegiatan yang berkaitan dengan IM, termasuk aksi unjuk rasa. Demikian dinyatakan sejumlah menteri, seusai pertemuan kabinet.

Deputi Perdana Menteri Hossam Eissa mengatakan bahwa gerakan IM dinyatakan sebagai kelompok teroris, sedangkan Menteri Solidaritas Sosial Ahmed al-Borei menyatakan bahwa pemerintah melarang semua kegiatannya, termasuk aksi protes di jalan-jalan.

Keputusan itu, menurut mereka, akan mempercepat operasi penumpasan gerakan tersebut, yang hingga kini telah menelan korban lebih dari 1.000 jiwa. Sebagian besar dari para korban tersebut adalah kaum militan, yang terjadi pada bentrokan-bentrokan di jalan-jalan, dan ribuan orang ditahan sejak penggulingan Moursi dari kekuasaannya, oleh militer pada Juli 2013.

Menurut laporan AFP, yang dikutip Antara, keputusan itu disampaikan sehari setelah serangan bom mobil bunuh diri terhadap kantor polisi, yang menewaskan 15 orang, yang diklaim oleh sebuah kelompok Sinai dan dikecam oleh Ikhwanul Muslimin.

Para pendukung Moursi, yang hampir setiap hari melakukan aksi unjuk rasa menuntut pemulihan kekuasaan Moursi, menyatakan akan terus melanjutkan aksi-aksi protes damai.

Eissa mengatakan, pemerintah mengancam akan "menghukum, sesuai dengan hukum, siapa pun yang menjadi anggota kelompok ini atau tetap menjadi anggotanya", setelah keputusan itu disahkan.

"Mesir akan memberitahu negara-negara Arab yang menandatangani perjanjian anti-terorisme 1998 mengenai keputusan tersebut," tambahnya. (TMA){jcomments on}

Tian Arief
26-12-2013 13:11