Main Menu

Saif Qaddafy Ditangkap

Edward Luhukay
20-11-2011 07:11

Saif al-Islam Qaddafy (REUTERS/Ismail Zitouny)Tripoli - Putra Muammar Qaddafy dan calon pewarisnya, Saif al-Islam, telah ditahan di gurun Libya selatan, kata menteri kehakiman sementara dan pejabat lain negeri itu, Sabtu (19/11).

Petempur dari kota gunung di Libya barat, Zintan, mengaku mereka menangkap Saif sementara suara tembakan dan bunyi klakson mobil menandai kegembiraan di seluruh negeri tersebut atas tertangkapnya Saif (39) --yang mengenyam pendidikan di Inggris. Setahun lalu ia diperkirakan akan menjadi pewaris kekuasaan di Libya.

Saif dan tiga temannya yang bersenjata dibekuk tanpa perlawanan Jumat malam (18/11), kata beberapa pejabat, dan Saif al-Islam tidak cedera --tak seperti ayahnya, yang dibunuh sebulan lalu (Kamis, 20/10) setelah petempur oposisi menangkapnya di kota kelahirannya, Sirte.

"Kami telah menangkap Saif al-Islam Qaddafy di daerah Obari," kata Menteri Kehakiman Mohammed al-Alagy kepada Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu (19/11) malam. Ditambahkannya, Saif dicari karena dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Hague.

Para petempur Zintan, salah satu dari beberapa faksi tangguh milisi yang kini memangku jabatan di negara yang masih tak memiliki pemerintah sah, mengatakan mereka berencana menahan Saif di Zintan, sampai ada pemerintah yang akan menerima dia.

Calon perdana menteri Libya Abdurrahim El-Keib dijadwalkan membentuk pemerintah paling lambat Selasa (22/11), dan nasib Saif al-Islam akan menjadi ujicoba awal kekuasaan pemerintah. Rakyat Libya ingin Saif diadili di dalam negeri sebelum, kemungkinan, diserahkan ke ICC.

Pemukulan, penyiksaan dan akhirnya pembunuhan terhadap Muammar Qaddafy di tangan petempur oposisi adalah tindakan memalukan bagi pemerintah peralihan sebelumnya. Para pejabat di ibu kota Libya, Tripoli, mengatakan mereka bertekad akan menangani kasus putra Qaddafy secara layak.

Seorang petempur dari pasukan anti-Qaddafy, Brigade Khaled bin al-Waleed --yang menyatakan menangkap Saif di alam lepas di dekat kota penghasil minyak, Obari, mengatakan kepada stasiun televisi Libya Bebas, "Kami mendapat keterangan ia berada di sana selama satu bulan belakangan."

"Mereka tak bisa meloloskan diri sebab kami memiliki rencana bagus," kata Wisam Dughaly. Khaled menyatakan, Saif al-Islam telah menggunakan kendaraan 4x4.

"Ia tak cedera dan akan dibawa secara aman untuk diadili sehingga rakyat Libya akan dapat menghukum dia dan memperoleh kembali uang mereka," katanya.

"Kami akan membawa dia ke Zintan untuk menjaga keselamatannya agar dia tetap hidup sampai pemerintah dibentuk kemudian kami akan menyerahkan dia sesegera mungkin," kata Dughaly.

Khaled menambahkan, Saif al-Islam, yang pernah dipandang sebagai tokoh pembaruan yang menggerakkan upaya ayahnya untuk mendekati Barat, tampaknya telah bersembunyi di gurun sejak melarikan diri dari kubu suku Bani Walid di dekat Tripoli pada Oktober.

Menteri Kehakiman al-Alagy mengatakan telah melakukan kontak dengan ICC mengenai cara menangani Saif, baik di dalam negeri maupun di Den Haag.

Al-Alagy mengatakan kepada Al Jazeera, "Kami orang Libya tak menentang kehadiran pemantau internasional guna memantau prosedur pengadilan yang akan diadakan untuk menangani lambang mantan rejim." [EL, Ant]

 

Edward Luhukay
20-11-2011 07:11