Main Menu

AS Desak Mesir Batalkan Vonis Mati bagi Pendukung Moursi

Tian Arief
28-03-2014 10:24

Kairo, GATRAnews - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mendesak Mesir agar membatalkan vonis mati terhadap 529 pengikut Ikhwanul Muslimin (IM) pendukung presiden terguling Mohamed Moursi. Kerry menyampaikan desakan tersebut, di Amman, Yordania, sebelum bertolak ke Roma. Demikian dilaporkan kantor berita Mesir, MENA, yang dikutip Antara, di Jakarta, Jumat (28/3).

Menurut Kerry, vonis pengadilan tersebut sangat mengejutkan dunia internasional dan belum pernah terjadi sebelumnya. "Oleh karena itu AS meminta pemerintah transisi Mesir untuk membatalkan pengadilan itu dan memberikan jaminan bagi para terdakwa," katanya.

Sebelumnya, Pangadilan Almenia, 283 km selatan Kairo, Senin lalu (24/3), menjatuhkan vonis mati bagi 529 pengikut IM atas dakwaan menyiksa seorang polisi hingga tewas.

Jumlah terdakwa seluruhnya di pengadilan ada 546 orang, namun 17 orang dari mereka dibebaskan. Vonis mati menuai kecaman dari PBB maupun dunia internasional, termasuk dilontarkan Majelis Ulama Indonesia.

AS sebelumnya juga mengancam akan menangguhkan rencana bantuan 1,5 miliar dolar AS kepada Mesir.

Sementara itu, aksi demo pendukung Ikhwanul Muslim terus dilancarkan.

Anggota IM pendukung Moursi menyerukan demo besar-besaran pada Jumat (28/3), untuk memprotes pencalonan Marsekal Abdel Fatah Al Sisi dalam pemilihan presiden, bulan depan.

Marsekal Al Sisi, Rabu (26/3), mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Panglima Angkatan Bersenjata, merangkap Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dan Produksi Militer Negeri Piramid itu. (TMA) {jcomments on}

Tian Arief
28-03-2014 10:24