Main Menu

Obama Nyaris Frustasi Hadapi Penembakan Masal

Dani Hamdani
03-10-2015 14:50

Presiden Obama pidato di Gedung Putih paska Penembakan di Kampus di Oregon (GATRAnews/dok)

Washington, GATRAnews - Seperti setiap ada kejadian besar Presiden Barack Obama segera tampil di podium Gedung Putih. Namun paska penembakan di kampus di sebuah kampung di Oregon Kamis sore lalu, Obama nampak begitu jengkel. Ya wajar saja, dalam catatan The Guardian, sepanjang berkuasa, sudah 15 kali Obama pidato soal penembakan masal di Amerika.

 

Penembakan masal di definisikan sebagai penembakan yang melibatkan korban (tewas ataupun tidak) sebanyak 4 orang. Sejak naik tahta untuk keduakalinya, pada 2012, penembakan masal di negerinya sudah hampir 1.000 kali. Dan tahun ini saja, sudah yang ke 294. Adapun penembakan di sekolah, tahun ini sudah yang ke 45, dan ke 142 sejak tahun 2012.

 

"Terkadang," ujar Obama, "Kejadian ini menjadi sesuatu yang rutin." Hal itu, lanjut Obama, membuat Frustasi tapi juga menyemangati di Gedung Putih.

 

"Laporan di media menjadi. Respon saya di podium ini menjadi rutin. Pembicaraan kita sesudah kejadian ini menjadi rutin," ujar Obama. 

 

"Kadang kita jadi patah arang pada ini... Kita bicarakan tentang ini setelah Columbine dan Blacksburg; setelah Tucson, setelah Newtown; setelah Aurora, setelah Charleston.”

  

Dalam catatan The Guardian, Obama sudah 15 kali pidato soal penembakan masal. "Saya sudah bicara soal ini sekian kali banyaknya," ujar Obama setelah kejadian penembakan di Gereja Charleston, South Carolina, Juni lalu.

 

"Sebenarnya kita bisa mengakhirinya," ujar Obama. Beberapa pekan setelah terpilih untuk kedua kalinya, pada November 2012, terjadi penembakan terhadap 26 orang, termasuk 20 anak anak di Sekolah dasar Sandy Hook di Newtoen, Connecticut. Tak lama setelah itu Obama mengajukan perubahan undang undang pembatasan senjata di Amerika. Namun Kongres menolak usulan Obama. 

[youtube height="350" width="500" align="left|right|none"]https://www.youtube.com/watch?v=QovJ_x9i5X8[/youtube]
 

Karena ditolak Obama kemudian meminta masyarakat di tiap negara bagian untuk mengajukan perubahan peraturan daerah pada tiap Gubernur untuk pembatasan kepemilikan senjata. 

 

"Kita bisa mengakhirinya bila kita mau," kata Obama dalam pidato Kamis malam lalu. "Saya minta seluruh masyarakat Amerika yang frustasi menghadapi ini untuk mengajukan perubahan undang undang, saya mengajak para gubernur untuk mengubah peraturan," seru Obama. 

 

Hampir setiap hari terjadi penembakan masal. 

 

Serangan Kamis berdarah di Oregon, merupakan kejadian penembakan masal ke 994 sejak 2013, dan yang hampir ke 294 yang terjadi selama 2015.

 

Angka itu berdasar situs  Shootingtracker.com, yang mencatat semua kejadian penembakan masal di Amerika. Sejak 2013 hingga penembakan Oregon telah terjadi 994 kejadian yang menewaskan 1.236 orang. 

 

Kepemilikan senjata di Amerika bukan hanya menyebabkan kematian masal. Angka lebih besar adalah kejadian penembakan di rumah, baik bunuh diri atau kecelakaan atau pertengkaran, atau pembunuhan. Menurut data statistic Center for Disease Control (CDC), pada 2014 terjadi kematian sebanyak 11.208 akibat senjata api di rumah.

 

Itu hanya kejadian penembakan di dalam rumah. Menurut CDC, kematian akibat senjata api secara keseluruhan di Amerika adalah 33.000 orang meninggal. Pada 2010, 73.000 wara Amerika dirawat di rumah sakit akibat luka tembak.

 

Tahun 2015 ini, menurut data Gun Violence Archive, telah terjadi 39.449 insiden senjata api, sebanyak 9.940 orang tewas. Dari mereka, 550 adalah anak-anak dan 1.962 adalah remaja.

 

"Saya tidak ingin pidato seperti ini lagi hingga akhir masa jabatan saya," ujar Obama. Tapi, lanjutnya, berdasar pengalaman selama ini, sepertinya itu tak mungkin. "Kecuali kita mengubah undang-undang pembatasan senjata." 


Editor: Dani Hamdani 

Berita Lain seputar Penembakan Oregon:

Kronologis Kejadian Penembakan di Kampus Oregon

Pelaku Penembakan Oregon Punya 13 Senjata Api

Lagi Aksi Penembakan di Kampus AS, Rengut 9 Nyawa di Oregon

Dani Hamdani
03-10-2015 14:50