Main Menu

Trump Inginkan Sejumlah Masjid di AS Ditutup

Tian Arief
17-11-2015 09:18

Donald Trump (AFP Photo)

Washington, GATRAnews - Bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, Senin (16/11), menyatakan, AS harus "benar-benar melakukan pertimbangan" untuk menutup sejumlah masjid, sebagai bagian dari upaya mencegah serangan garis keras di negara itu.

"Kita harus mengawasi dan meneliti masjid-masjid itu, karena banyak pembicaraan terjadi di tempat-tempat itu," kata sahabat politisi Partai Golkar Setya Novanto itu, kepada stasiun televisi MSNBC, setelah serangan mematikan di Paris, pada Jumat, yang menewaskan setidaknya 129 orang.

Senada dengan Trump, Perdana Menteri Prancis Manuel Valls, Senin, mengatakan, masjid-masjid dan kelompol radikal yang menyerang nilai-nilai negaranya harus ditutup.

Reporter MSNBC melemparkan pertanyaan kepada Trump, apakah ia akan melakukan hal yang sama di Amerika Serikat jika dirinya terpilih sebagai presiden.

"Saya tidak akan suka melakukannya, tapi ini sesuatu yang perlu benar-benar kita pertimbangkan," jawabnya, seraya menambahkan, "Karena beberapa ide dan kebencian datang dari tempat-tempat ini."

Konglomerat yang memimpin persaingan dalam pencalonan presiden 2016 dari Partai Republik itu, menunjuk pada "pengawasan sangat baik" yang dilakukan pemerintahan negara bagian New York terhadap tempat-tempat ibadah umat Islam, terutama setelah terjadinya serangan 11 September 2001. Ia menganggap pengawasan seperti itu harus dilanjutkan.

Sebagian besar pesaing Trump di Partai Republik belum mengusulkan agar masjid-masjid ditutup. Namun pasca-serangan Paris, banyak di antara mereka, dengan alasan keamanan, menentang Amerika Serikat untuk mengizinkan para pengungsi Suriah masuk ke AS. Demikian laporan AFP, yang dikutip Antara.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
17-11-2015 09:18