Main Menu

Ternyata Donald Trump Suka Umat Islam, yang Beri Dia Dolar

Dani Hamdani
09-12-2015 07:42

Donald Trump, Hussain Sajwani, Ivanka Trump (Damac Group/facebook)

Jakarta, GATRAnews - Donald Trump belakangan ini seolah menabalkan diri sebagai musuh umat Islam di seluruh dunia. Dalam beberapa kampanye untuk menjadi kandidat presiden Partai Republik Trump selalu menebar benih permusuhan pada umat Islam. Terakhir dia menyatakan Amerika tertutup buat orang Islam seluruh dunia.
 
 
Sebelumnya dalam pidatonya yang pongah Trump juga menyatakan umat muslim begitu liar, tak lama sebelumnya Trump juga meminta untuk menutup sejumlah masjid di Amerika karena disebutnya menebar ancaman. 
 
 
Apakah paman Donald ini begitu benci umat Islam atau sekadar bunga-bunga kampanye untuk jadi calon Presiden?
 
 
Menurut Dean Obeidallah, dalam tulisannya di TheDailybeast.com, ternyata paman Donald suka sama orang Islam. "Type orang Islam yang dia cintai adalah yang memberi dia banyak dolar," ujar Dean.
 
 
"Jadi kalau orang Islam yang bisa menunjukkan jalan uang buat Donald, dia akan segera terbang dengan jet pribadinya untuk mendapatkan uang kas," kata Dean.
 
 
Dean memberi contoh, salah satu sahabat Trump adalah Hussain Sajwani, konglomerat bidang properti di Dubai dari Damac Group. Trump menyebut Sajwani sebagai “good friend”. Pada Mei 2014, paman Donald terbang ke Dubai untuk menghabiskan waktu dengan sahabat muslimmnya itu untuk meluncurkan pembangunan proyek properti raksasa super mewah di negeri gurun tersebut.
 
 
Kawasan seluas 42 juta kaki persegi (sekitar 390 hektar) yang terdiri dari 104 vila dan mansion dengan harga paling murah US$ 1 juta hingga US$ 10 juta. Di kawasan itu juga dibangun “Trump World Golf Club,” yang disebutnya sebagai lapangan golf yang "paling besar, paling bagus dan paling hebat" di seantero Timur Tengah.
 

Anda tahu bagaimana Sajwani 'mencuri hati' Trump untuk melupakan ucapannya "umat muslim seluruh dunia bersorak sorai atas musibah 9/11"? "Sederhana saja, Sajwani memberi Trump sejumlah uang untuk membuatnya berpaling dari 'umat Islam begitu mengancam' menjadi 'sahabat baik;," ujar Dean.

[youtube height="300" width="450" align="left|right|none"]https://www.youtube.com/watch?v=0DFlb-1yNj4[/youtube] 

Pada media Dubai, Sajwani menjelaskan bahwa, "Kami pergi menemuinya (Trump) dan lalu dia menandatangani kerjasama dengan kami," ujarnya.  Sajwani menolak menyebutkan berapa dia bayar Trump, untuk menggunakan nama besar itu di Lapangan Golf yang disebutnya menjadi titik pusat dari kawasan mewah, lengkap dengan spa, restoran, dan pusat perbelanjaan tersebut.

 

Bulan November lalu, "Trump Privat Mansions" itu mulai di jual untuk yang berharga US$ 1 juta dengan tagline, "kawasan paling bergengsi di Dubai" dengan vie langsung ke lapangan golf  "Trump International Championship”.

 

Jadi lanjut Dean, ketika orang tidak pernah menemukan video tentang ribuan umat Islam sujud sukur atas musibah 9/11 seperti yang disebut Trump dilakukan di New Jersey, di Youtube anda bisa mendapatkan banyak sekali tayangan Trump sedang berpesta dengan sahabat muslimnya Sajwani.

 

"Kamu bisa lihat bagaimana di tertawa bersama pada press konfrensi di Dubai pada 2014, naik mobil golf dan berpose di depan kamera bersama Sajwani di Dubai.

 

Menurut Dean, orang-orang kaya di Dubai bukan satu-satunya "sahabat muslim" Trump. Perusahaan Trump juga sedang mencari banyak peluang bisnis di beberapa negara timur tengah lain seperti di Abu Dabi, Qatar dan Saudi Arabia.  

 
Jadi lanjutnya, satu-satunya penjelasan kenapa Trump bisa berbicara manis untuk "kawan muslim" di Timur Tengah untuk meraih dolar dan berbicara pahit untuk pemilihnya di Amerika, adalah teori "tukang dagang."
 
"Menyatakan apa yang ingin di dengar oleh potential buyers adalah jalan bisnis yang baik," ujar Dean Obeidallah.
Editor: Dani Hamdani 
 

Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI
Dani Hamdani
09-12-2015 07:42