Main Menu

Omar Mateen, Pelaku Penembakan Florida, Sakit Jiwa

Dani Hamdani
13-06-2016 21:57

Omar Mateen, tersangka pembunuhan masal di Florida, Amerika Serikat (AFP)

Orlando, Florida, GATRANews - Omar Mateen (29) pria bersenjata otomatis yang membunuh 50 orang di kelab malam di Orlando, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu dinihari (12/6/16) mengalami gangguan mental dan emosional serta bertabiat kasar, namun bercita-cita menjadi polisi.

 

Hal itu diungkapkan Sitora Yusufiy, mantan istrinya, kepada wartawan dalam jumpa pers yang disiarkan CNN. Menurut Sitora, ia "diselamatkan" oleh keluarga dari mantan suaminya setelah empat bulan pernikahan penuh badai dan berakhir dengan perceraian.

 

Tak lama setelah menikah, Sitora mengaku dilarang menemui keluarganya. Ia berbicara kasar, suka memukul dan seperti berkepribadian ganda. Setelah dia dipukuli secara fisik Sitora akhirnya meminta cerai.

 

Mateen, warga Amerika Serikat kelahiran New York yang tinggal di Florida dan merupakan anak dari imigram Afghanistan, sudah dua kali diperiksa agen FBI dalam beberapa tahun terakhir.

Dia bekerja untuk firma keamanan global G4S dalam sembilan tahun terakhir. Tugasnya menjadi penjaga bersenjata untuk komunitas pensiunan kaya di Florida Selatan, dan dua kali lolos dalam pemeriksaan latar belakang yang dilakukan perusahaan, yang terkini tahun 2013 menurut G4S.

Penyelidikan awal menunjukkan serangan itu terinspirasi ISIS, meski tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan langsung Mateen dengan kelompok itu menurut para penegak hukum.

 

Saat penembakan berlangsung, Mateen "menghubungi 911 pagi ini di mana dia menyatakan kesetiaannya kepada pemimpin ISIS," kata Ronald Hopper, asisten agen khusus FBI yang bertugas menangani kasus itu, seperti dilansir kantor berita Reuters.

 
Ayah Omar Mateen, pria kelahiran Afghanistan bernama Seddique Mateen, adalah komentator politik yang sering membahas masalah-masalah Afghanistan dan Pakistan.

Seddique Mateen, yang menurut data publik diindikasikan sebagai ayah Omar Mateen, sesekali tampil dalam acara televisi satelit Afghanistan yang berbasis di Amerika Serikat selama sekitar tiga tahun, dan masih mengunggah komentar politiknya di halaman Facebook sampai Minggu.
 

Omar Khatab, pemilik televisi satelit Payam-e-Afgan yang berpusat di California, dalam wawancara mengatakan bahwa Seddique kadang-kadang mengisi acara "Durrand Jirga" di saluran televisinya, yang membahas masalah Garis Durand yang menjadi sengketa, perbatasan Afganistan dan Pakistan.

Dalam wawancara dengan NBC News, Minggu, Seddique Mateen yang juga dikenal sebagai Mir Siddique, mengatakan bahwa penembakan oleh anaknya itu tidak ada hubungannya dengan agama.
 
"Kami meminta maaf atas semua kejadian ini," NBC News mengutip pernyataan Seddique Mateen.

"Kami tidak mengetahui tindakan apapun yang dia lakukan. Kami juga terkejut seperti seluruh negeri ini."

Menurut data publik, Seddique Mateen tinggal di Florida, tetapi tidak diketahui kapan dia masuk ke Amerika Serikat. 

Khatab mengatakan bahwa Seddique Mateen biasa muncul di studio Caniga Park, California, miliknya 3-4 kali dalam seminggu untuk merekam siarannya.

"Ia berbicara sekitar dua-tiga jam," kata Khattab dalam wawancara melalui telepon. (Uu.M007)

Editor: Dani Hamdani  
Dani Hamdani
13-06-2016 21:57